Skip to main content

Investor China Ingin berinvestasi Di Sumbar

Investor China Ingin berinvestasi Di Sumbar
Investor China Ingin berinvestasi Di Sumbar

Sejumlah investor asal China menyatakan minatnya untuk berinvestasi sektor energi terbarukan dan pembangunan sejumlah infrastruktur di Sumatra Barat.

Konsulat Jenderal Republik Rakyat China (RRC) di Medan Zhu Honghai mengatakan Sumbar memiliki potensi energi terbarukan yang besar, namun tidak mampu dimanfaatkan secara optimal karena minimnya infrastruktur.

Disebutkan bahwa pemerintah China akan ambil bagian dalam sejumlah proyek infrastruktur untuk mendorong percepatan pembangunan di Tanah Air, serta menanamkan investasi di berbagai sektor.

Sejumlah sektor yang diprioritaskan adalah pembangunan infrastruktur, pengembangan energi panas bumi, industri dasar, pertanian, dan pariwisata.Adapun, pemerintah setempat menawarkan sektor energi terbarukan atau panas bumi (geothermal), infrastruktur, dan pariwisata sebagai jualan utama. Apalagi, Sumbar dinilai memiliki potensi berlimpah di sektor itu. Salah satunya potensi energi panas bumi, karena potensinya besar sekali dan sesuai dengan target pemerintah untuk percepatan penyediaan energi listrik, kata Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno.

Menurutnya, Sumbar memiliki sedikitnya 17 titik geothermal dengan potensi energi mencapai 1.650 MW. Dari jumlah tersebut, baru lima titik sudah dikelola swasta, yakni PT Supreme Energy dan Hitay Energy asal Turki. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sumbar Masrul Zein mengatakan kerjasama dengan China akan ditingkatkan menyusul kebijakan pemerintah mendorong masuknya investasi asing.

Saat ini, katanya, sebuah perusahaan asal China dengan bendera PT Baik Chance Multiindustry tengah mengajukan izin pembangunan pabrik semen di Nagari Tanjung Lolo, Kabupaten Sijunjung. Selain itu, investasi negara tersebut juga menyasar sektor energi dengan pembangunan sejumlah pembangkit PLTMH berkapasitas 2 MW, sektor pertanian, dan pariwisata.

Dia mengatakan Pemprov Sumbar akan menindaklanjuti kerjasama itu dengan menawarkan sektor-sektor potensial untuk investasi, serta memberikan kemudahan proses perizinan. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top