Irak Tawarkan Diri Jadi Penengah Krisis Arab Saudi-Iran

Irak Tawarkan Diri Jadi Penengah Krisis Arab Saudi-Iran

WinNetNews.com - Otoritas Irak menawarkan diri untuk menjadi penengah antara Arab Saudi dengan Iran, yang tengah dilanda ketegangan. Irak mengkhawatirkan ketegangan kedua negara akan meluas ke negara lain di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Irak, Ibrahim al-Jaafari, menyatakan ketegangan Saudi-Iran akan memicu reaksi luas dari banyak pihak. Hal ini disampaikan Jaafari usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di Teheran.

Ketegangan ini berawal ketika otoritas Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah terkemuka, Nimr Baqr al-Nimr, atas dakwaan terorisme. Eksekusi ini memicu kemarahan Iran yang berujung penyerangan kedutaan dan konsulat Saudi oleh massa setempat. Sebagai dampaknya, otoritas Saudi lantas memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Saudi juga membekukan seluruh aktivitas penerbangan ke Iran.

Belum ada tanggapan dari otoritas Saudi atas tawaran mediasi Irak ini. Sebelumnya Rusia dan Turki juga menawarkan diri untuk menjadi penengah dalam krisis Saudi-Iran ini.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, telah menyatakan kecamannya atas eksekusi mati ulama Nimr dan menyebutnya sebagai pelanggaran HAM. Para pakar menyebut otoritas Irak khawatir ketegangan Saudi-Iran ini akan berdampak pada operasi militer melawan militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayahnya.

disadur dari situs detik-news