Iran Janji Balas Dendam, Pangkalan AS di Irak Mulai Dihantam Roket
Zona Hijau Baghdad, tempat pangkalan AS di Irak (foto: Middle East Online)

Iran Janji Balas Dendam, Pangkalan AS di Irak Mulai Dihantam Roket

Minggu, 5 Jan 2020 | 20:09 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Sejumlah serangan roket dikabarkan mulai membombardir Zona Hijau di Distrik Al-Jadiriya di Baghdad, Irak, tempat dimana Kedubes Amerika Serikat (AS) dan pangkalan udara Balad berlokasi. Sebelumnya, Iran mendeklarasikan balas dendam terhadap AS atas kematian Jenderal Qassem Soleimani.

Angkatan Darat Irak menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan ini, namun mereka membenarkan ada serangkaian roket yang ditembakkan, seperti dilansir dari CNN.com, Minggu (05/01).

Al-Jazeera mewartakan jika serangan tersebut tergolong serangan mortar. Dua mortar dikabarkan menghantam perumahan pasukan AS pada Sabtu (04/01) kemarin. Sebuah roket juga dikabarkan menghantam Zona Hijau Baghadad pada Sabtu (04/01) waktu Irak, menurut keterangan dari Angkatan Darat Irak. Dilaporkan tidak ditemukan korban jiwa dalam serangan ini.

Secara terpisah, seorang kontraktor sipil Irak yang bermarkas di Balad Air Base mengatakan bahwa ada empat roket yang jatuh di luar gerbang pangkalan itu. Beberapa saksi mata mengatakan sirine di pangkalan terdengar dan orang-orang dikirm ke tempat perslindungan sampai situasi menjadi aman.

Roket belakangan ini memangs erring ditembakkan ke Zona Hijau atau posisi AS di Irak dan tidak diketahui secara pasti darimana roket ini berasal. Menurut Al-Jazeera, tidak ditemukan proyektil di Zona Hijau tersebut.

“Menurut pasukan kemanan Irak, proyektil mendarat di area perayaan di dalam Zona Hijau,” kata seorang sumber.

Sepasang roket Katyusha kemudian menghantam pangkalan udara Balad di utara Baghdad, tempat pasukan Amerika berpangkalan, kata sumber keamanan dan militer Irak.

Kedutaan Besar AS di Baghdad, serta 5.200 tentara Amerika yang ditempatkan di seluruh negara itu, telah menghadapi serentetan serangan roket dalam beberapa bulan terakhir yang diklaim Washington, dilakukan oleh Iran dan sekutunya di Irak.

Bulan lalu, satu serangan menewaskan seorang kontraktor AS yang bekerja di Irak utara, yang memicu serangan udara AS yang menewaskan 25 milisi yang dekat dengan Iran.

Ketegangan memuncak pada hari Jumat ketika AS menyerang konvoi Jenderal Qassem Soleimani ketika hendak terbang dari bandara Baghdad, dan para diplomat beserta pasukan AS di seluruh Irak telah bersiap diri untuk serangan roket yang lebih banyak.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...