ISIS Konfirmasi, Algojo Sadis 'Jihadi John' Telah Tewas

ISIS Konfirmasi, Algojo Sadis 'Jihadi John' Telah Tewas

Rabu, 20 Jan 2016 | 11:55 | kontributor

WinNetNews.com- Anggota kelompok militan ISIS, Jihadi John, yang terkenal sadis dikabarkan telah meninggal dunia. Kabar yang dihimpun dari berbagai sumber mengatakan bahwa Algojo ISIS yang sering merekam kegiatan eksekusi sandera ISIS secara sadis, kemudian menyebarkannya ke internet itu, tewas karena terkena serangan drone dari Militer AS.

Baca: ISIS Berpeluang Manfaatkan Berbagai Media Sosial, Termasuk Kaskus

Pria yang bernama asli Mohammed Emwazi ini merupakan warga negara Inggris yang masih keturunan Arab. Isis memberikan Konfirmasi tentang meninggalnya Jihadi John melalui majalah propagandanya, Dabiq. Dalam media tersebut, Jihadi John atau Mohammed Emwazi disebut sebagai Abu Muharib Al-Muhajir.

“Abu Muharib Al-Muhajir, yang menjadi berita utama di seluruh dunia sebagai Jihadi John memang telah tewas. Mobilnya ditargetkan dalam serangan oleh pesawat tak berawak,” tulis media ISIS itu.

Dalam media tersebut, ISIS juga menuliskan, “Pada Kamis 29 Muharram 1437 Hijriah (12 November 2015), Abu Muharib akhirnya menjadi syuhada di jalan Allah, yang sejak lama dia dambakan, ketika mobil yang ditumpanginya menjadi sasaran serangan drone tak berawak di kota Raqqah, yang menghancurkan mobil itu dan menewaskan dia seketika”.

 

Emwazi telah menjadi wajah publik ISIS dan simbol kebrutalan kelompok militan ini setelah tampil pada berbagai video yang memperlihatkan pembunuhan dua juarnalis Amerika Steven Sotloff dan James Foley, pekerja kemanusiaan AS Abdul-Rahman Kassig, dua pekerja kemanusiaan Inggris David Haines dan Alan Henning, wartawan Jepang Kenji Goto, dan sandera-sandera lainnya.

Terlihat dalam video mengenakan pakaian serba hitam dengan balaclava hitam dan hanya terlihat mata serta siluet hidungnya, Emwazi telah menjadi salah satu orang paling dicari di dunia.

Lahir di Kuwait pada 1988, Emwazi dibawa ke Inggris oleh keluarganya saat masih berusia 6 tahun dan lulusan jurusan komputer di London.

Serangan misil AS-Inggris diyakini telah membunuh dia yang perencanaannya memakan waktu berbulan-bulan, namun baru dilaksanakan November silam ketika dua drone MQ-9 Reaper milik AS dan sebuah drone MQ-9 Inggris meluncur di atas kota Raqqa, kata para pejabat AS seperti dikutip Reuters.

Sumber: Reuters

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...