ISIS Lantik Anak - Anak Sebagai Generasi Selanjutnya

Fellyanda Suci Agiesta
Sabtu, 30 Juli 2016 19:39 WIB
Oleh Fellyanda Suci Agiesta pada Sabtu, 30 Juli 2016 19:39 WIB
Image ISIS Lantik Anak - Anak Sebagai Generasi Selanjutnya

WinNetNews.com - ISIS kembali merintis sebuah video yang berisi sebuah pelantikan generasi selanjutnya. Dalam video tersebut terlihat sejumlah anak – anak yang berbaris rapi.

Kelompok ini mengiklankan penggunaan anak-anak sebagai pejuang dan pembom bunuh diri, serta menampilkan anak-anak termasuk anak Inggris empat tahun sebagai algojo di video propaganda berdarah nya.

Ada kekhawatiran jumlah anak laki-laki dipaksa oleh Isis ' yang lahir dan tumbuh menjadi "pengantin jihad".

Dalam laporan tahunan tentang terorisme di Uni Eropa, Europol mengatakan anak-anak dibesarkan di bawah kekuasaan kelompok yang dari "perhatian khusus".

"Dalam propaganda mereka, Isis sering menunjukkan bahwa mereka melatih anak-anak ini untuk menjadi generasi berikutnya dari pejuang teroris asing, yang mungkin menimbulkan ancaman keamanan masa depan untuk negara-negara anggota," kata laporan Europol.

"Beberapa yang kembali akan mengabadikan ancaman teroris ke Uni Eropa melalui kegiatan fasilitasi, penggalangan dana, perekrutan dan radikalisasi. Mereka juga dapat berfungsi sebagai model peran untuk masa depan calon jihadis kekerasan. "

Lebih dari 50 anak-anak dari Inggris yang tinggal di "khilafah", di mana ada juga diperkirakan 31.000 ibu hamil, penyelidikan oleh Quilliam Foundation menemukan awal tahun ini.

 

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Polisi Malaysia Tangkap 3 WNI yang Diduga Terkait ISIS

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.