Istilah Full Day School menyesatkan kata Mendikbud

Istilah Full Day School menyesatkan kata Mendikbud

Selasa, 9 Agt 2016 | 18:36 | Rike
WinNetNews.com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan istilah full day school menyesatkan. Sebab, dia anggap istilah itu menggambarkan kegiatan belajar mengajar tanpa henti.

"Jadi mohon sekali lagi, untuk tidak menggunakan kata-kata full day karena itu menyesatkan. Jadi sebut ini penambahan kegiatan kok kulikuler di sekolah, bahwa ada berbagai macam ilustrasi. Jadi itu tidak ada mata pelajaran, yang ada kegiatan yang membuat anak-anak gembira," jelas Muhadjir sewaktu melakukan konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta selatan, Selasa (9/8/2016).Supaya rencana penambahan kegiatan di sekolah ini jadi disebut sebagai kokurikuler atau ekstrakurikuler, tegas Muhadjir. Sebab tujuannya supaya memberi batasan anak untuk bermain atau memakai waktu di tempat-tempat yang lebih sesuai dikunjungi oleh anak.

"Kita itu kan hanya membatasi atau mempersempit ruang waktu dimana sekolah itu sudah tidak bertanggung jawab, akan kepada anak itu. Tapi keluarga juga belum siap untuk menerimanya. Ini anak gimana? ini peluang anak menerima hal-hal buruk pada anak," terangnya.

Muhadjir ingin menjadikan sekolah tempat yang nyaman untuk anak. Selain itu, dia pun ingin menjadikan sekolah, rumah kedua bagi anak."Sebetulnya saya ingin sekolah itu jadi rumah kedua untuk anak-anak. Setelah rumahnya sendiri, lalu sekolah. Jangan swalayan, mall jadi rumah kedua mereka, inilah yang menjadi dasar kita," tutupnya.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...