Istimewa! Pantang Menyerah Meski Disabilitas, Karisma Evi Tiarani Cetak Rekor Baru

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Istimewa! Pantang Menyerah Meski Disabilitas, Karisma Evi Tiarani Cetak Rekor Baru Keterbatasan fisik tak membuat Karisma Evi Tiarani (tengah) menyerah meraih mimpi. (Foto: thejakartapost.com)

Winnetnews.com - Bangsa Indonesia patut berbangga hati lantaran Karisma Evi Tiaranai berhasil meraih medali emas, bahkan memecahkan rekor dunia di nomor 100 meter putri di ajang kompetisi World Para Athletics Championship 2019 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Meski Evi—sapaan akrabnya—mengalami keterbatasan fisik, namun semangat berjuang dan meraih mimpi bisa diwujudkan oleh gadis asal Boyolali, Jawa Tengah ini. Evi tergolong masih sangat muda, lahir pada 19 September 2001 dan sudah mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional.

Mengutip Kompas.com, Evi menuturkan, ketekunan berlatih dan rasa cintanya terhadap olah raga lari menjadi modal utama dirinya.

"Saya menyukai olahraga lari sejak kelas 2 SMP. Lari adalah olahraga pertama yang benar-benar saya tekuni," kata Evi.

Gadis yang mengidolakan atlet juara lompat jauh Maria Natalia Londa tersebut mengakui, keterbatasan fisik tidak dijadikan alasan untuk menjadi yang terbaik.

Dirinya pun mengajak para penyandang disabilitas untuk mengeluarkan potensi terbaik dalam diri masing-masing.

"It's okay to be not perfect! Jangan malu, ayo kita tunjukkan potensi yang dimiliki. Latihan dan terus latihan, terus fokus dan pantang menyerah," pesan Evi.

Siap tanding di Asean Paragames dan Olimpiade Paralimpik

Saat ini, Evi sedang bersiap menghadapi Asean Paragames di Filipina dan Olympiade Paralympik di Tokyo. Evi pun berharap akan mendapat hasil terbaik dalam ajang tersebut.

Seperti diketahui, kedisiplinan dari seorang pelatih Pelatnas Selamet Widodo dan PLPP Komarudin, membuat Evi dapat meraih prestasi maksimal di ajang olah raga dunia para atletik di Dubai.

Dirinya sempat tidak menyangka akan meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia dalam ajang tersebut.

"Tidak menyangka, karena lawannya lebih senior dan sudah berpengalaman mengikuti ajang ini. Saya baru pertama kali," tandas Evi. (kompas)

Apa Reaksi Kamu?