Isu Reshuffle Kabinet Jilid II: Politikus PDIP Sinder Kinerja Menteri BUMN dan Menko Polhukam

Rani
Rani

Isu Reshuffle Kabinet Jilid II: Politikus PDIP Sinder Kinerja Menteri BUMN dan Menko Polhukam

WinNetNews.com - Terkait dengan isu reshuffle kabinet Jilid II, Politikus PDIP yang menduduki kursi Komisi III DPR, Masinton Pasaribu memberikan komentar terkait kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan.

Menjelang setahun pemerintahan Joko Widodo pada 20 Oktober 2015 mendatang, memang isu reshuffle Kabinet Kerja kembali mencuat. Kalau menjelang reshuffle kabinet jilid satu dorongan reshuffle diarahkan PDIP ke 'trio singa istana', kali ini PDIP sepertinya menghantam 'duo singa' yang tersisa.

Istilah 'trio singa' disematkan kepada tiga menteri yang dapat sorotan dari elite PDIP. Mereka adalah Rini Soemarno, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, dan eks Seskab Andi Widjajanto. Andi Widjajanto pun telah tersingkir dari Kabinet Kerja, namun 'dua singa' lainnya masih bertahan. Luhut yang semula menjabat Kepala Staf Kepresidenan malah makin perkasa dengan posisi baru Menko Polhukam.

 

Kritik yang disampaikan oleh politikus PDIP tersebut menyebutkan bahwa program kereta cepat Jakarta - Bandung yang didukung Rini Soemarno belum menjadi prioritas infrastruktur kebutuhan rakyat. Lebih baik, menurutnya, fokus peran Kementerian BUMN bisa dimaksimalkan. Selain Menteri Rini, dia juga menyenggol kinerja menteri yang dikoordinasikan oleh Menko Polhukam Luhut Pandjaitan.

Menurutnya, perlu juga dilakukan di bidang Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Acuannya karena menyangkut beberapa kejadian bentrokan seperti di Tolikara, Papua, tambang pasir Lumajang sampai Singkil Aceh.

"Ketidakhadiran negara di bidang Polhukam ini belum maksimal karena ada kejadian di Lumajang, Singkil Aceh, dan Tolikara. Itu menurut saya," tandasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});