Italia Ingin Belajar Toleransi Beragama dari Indonesia

Italia Ingin Belajar Toleransi Beragama dari Indonesia

WinNetNews.com - Saat berkunjung ke Indonesia pada November lalu, Presiden Italia Sergio Mattarella menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang menjadi simbol keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

"Awal November Presiden Italia datang ke sini (Katedral Jakarta). Dia juga masuk ke Masjid Istiqlal. Ketika kami tanya tujuanya ke sini, beliau mengatakan 'Kami ingin belajar hidup berdampingan seperti Indonesia'," ujar Uskup Agung Jakarta Suharyo di Katedral Jakarta, Jumat (25/12/2015).

Uskup kelahiran Bantul, Yogyakarta itu menjelaskan, Italia sangat tertarik dan ingin belajar tentang kerukunan beragama dari Indonesia. Karena negara asal pizza itu saat ini sedang dibanjiri oleh pengungsi asal Timur Tengah dan Afrika yang memiliki kultur dan agama berbeda dengan masyarakat Italia.

Uskup Suharyo juga menerangkan, kerukunan beragama yang ada di Indonesia memang sengaja ditanamkan oleh para pendiri negeri ini. Salah satunya adalah dengan cara menjadikan Pancasila sebagai dasar negara.

"Pada Desember 2014 saya mengikuti pertemuan tokoh agama internasioal sedunia. Saya diberi waktu 3 menit untuk bicara soal Pancasila. Tapi Prince Hasan yang sebagai moderator bicara selama 15 menit juga soal Pancasila. Ini yang saya kagum," tandas dia.

Uskup Suharyo pun mengungkapkan, keharmonisan di Indonesia sangat sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keharmonisan di Indonesia dia nilai harus menjadi contoh untuk negara-negara lain di dunia.

disadur dari situs liputan6