Iuran BPJS Naik, PKS: Dasar Rezim Zalim!
Ilustrasi: Kompas Money

Iuran BPJS Naik, PKS: Dasar Rezim Zalim!

Sabtu, 4 Jan 2020 | 20:50 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) Netty Prasetiani menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan Kelas III per 1 Januari 2020.

“Benar-benar kado pahit untuk rakyat,” kata Netty, dilansir dari Tempo, (04/01).

Menurut Netty, pemerintah juga mengabaikan kesepakatan dengan Komisi IX DPR pada 12 Desember 2019 tentang subsidi yang diberikan pemerintah kepada rakyat. Netty membeberkan bahwa kesepakatan itu merupakan hasil dari rapat marathon yang dilakukan Komisi IX bersama pemerintah pada sejak November 2019 silam.

Kala itu, Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan DJSN menghitung kenaikan iuran kelas I, II, dan PBI (Penerima Bantuan Iuran) cukup untuk memberi subsidi peserta PBPU dan Kelas III.

“Ternyata mata rezim pemerintah telah mati dengan tetap bersikukuh pada keputusan untuk menaikkan premi,” celetuk Netty.

Lebih lanjut, Netty menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan menaikkan iuran dengan alasan harus patuh pada Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019 bahwa kenaikan iuran untuk semua kelas.

Dia berpendapat kenaikan iuran BPJS adalah bukti bahwa pemerintah tidak mendengar aspirasi rakyat.

“Katanya kerja untuk rakyat, tapi kok malah menyengsarakan rakyat. Rezim zalim, katanya pro rakyat malah mencekik rakyat,” pungkas Netty.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...