Izin Ekspor Freeport Berhenti, Apa Jaminannya?

Izin Ekspor Freeport Berhenti, Apa Jaminannya?

Minggu, 31 Jan 2016 | 12:46 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - PT Freeport Indonesia (FI) menyatakan kesediaannya memenuhi permintaan pemerintah terkait penempatan dana jaminan US$ 530 juta untuk mendapatkan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga. Adapun izin ekspor tersebut berakhir pada 28 Januari

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan Freeport Indonesia telah secara resmi menyampaikan jawaban terkait syarat izin ekspor. "Mereka nulis surat, intinya mereka kooperatif, dan berusaha mentaati apa yang disyaratkan pemerintah," kata Sudirman di Jakarta, Rabu (27/1).

Namun Sudirman mengaku belum tahu mekanisme penempatan dana tersebut. Pasalnya hal itu masih terus dibicarakan antara kedua belah pihak. Dia menyebut, penggelontoran dana US$ 530 juta itu berpengaruh pada keuangan Freeport. "Kami bisa memahami, memindahkan US$ 530 juta kan akan mempengaruhi balance sheet mereka," ujarnya.

Izin ekspor Freeport memang diberikan selama enam bulan dan bisa diperpanjang untuk enam bulan berikutnya. Perpanjangan itu diberikan apabila selama enam bulan tersebut kemajuan pembangunan smelter minimal 60 persen dari rencana kerja atau serapan anggaran.

Pada surat permohonan perpanjangan izin ekspor yang disampaikan Freeport antara lain dilengkapi dengan sejumlah dokumen mengenai rencana kerja yang telah dilaksanakan antara lain ditandatanganinya kontrak Engineering and Procurement (EP) dengan Chiyoda senilai US$ 927 juta. Namun hasil evaluasi Kementerian ESDM menyatakan serapan anggaran Freeport hanya sebesar US$ 168 juta alias baru 14 persen. Oleh sebab itu Freeport diminta menempatkan US$ 530 juta untuk bisa mendapatkan perpanjangan izin ekspor.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...