Izin Penggunaan Klorokuin untuk COVID-19 Dicabut
ilustrasi

Izin Penggunaan Klorokuin untuk COVID-19 Dicabut

Kamis, 19 Nov 2020 | 13:33 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Izin obat klorokuin atau chloroquine untuk mengatasi infeksi virus corona telah dicabut. Obat klorokuin sebelumnya digunakan untuk mengatasi penyakit malaria.

Namun, sejak ada COVID-19, obat tersebut digunakan untuk mengatasi penyakit yang sudah merenggut lebih dari 1,3 juta jiwa tersebut.

Putus Nyambung Obat Klorokuin untuk Mengatasi COVID-19

image0

Penggunaan obat klorokuin sebagai obat COVID-19 memang tak berjalan mulus. Di awal-awal pandemi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sempat mengatakan info soal obat klorokuin bisa jadi terapi corona adalah disinformasi.

Sebelum dilabeli disinformasi, kala itu memang banyak toko online yang langsung menjual obat penghambat pertumbuhan parasit di dalam sel darah merah tersebut.

Alhasil, agar masyarakat tidak mengonsumsinya sembarangan, label disinformasi dipakai.

Tak berapa lama kemudian, label disinformasi itu dicabut. Klorokuin akhirnya diakui dapat menyembuhkan pasien COVID-19. Obat tersebut juga dipakai di berbagai rumah sakit rujukan.

Bahkan, pemerintah juga sempat mengatakan bahwa obat klorokuin sudah melewati uji klinis terhadap 100 pasien dari 10 rumah sakit di Tiongkok.

Setelah klaim tersebut, 3 juta butir klorokuin langsung disiapkan oleh pemerintah untuk menangani pasien COVID-19 di Indonesia!.

Hingga pada akhirnya, beberapa bulan kemudian, tepatnya 17 November 2020, ada lagi larangan penggunaan obat klorokuin untuk mengatasi infeksi virus corona yang bergejala.

Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dra. Togi Junice Hutadjulu Apt, MHA, mengatakan kepada media, obat yang mengandung Hydroxychloroquine Sulfate dan Chloroquine Phosphate kini dicabut izinnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...