Jadi Korban Rasisme, Hati Lukaku Terluka

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Jadi Korban Rasisme, Hati Lukaku Terluka Ekspresi Romelu Lukaku (kanan) yang nampak kesal setelah menjadi korban rasisme saat bertandang ke Stadion Sardegna Arena, Cagliari, Italia, Minggu (1/9/2019). (Foto: Sky Sports)

Winnetnews.com -  Isu rasisme masih menjadi persoalan di sejumlah negara di Eropa. Pria maupun wanita berkulit hitam biasanya menjadi sasaran rasisme kaum kulit putih. Tak hanya di kehidupan masyarakat biasa, sederet atlet sepak bola hingga kini masih menjadi target rasisme.

Menurut dosen Fakultas Ilmu Adminstrasi Universitas Nusa Cendana (Undana), Nusa Tenggara Timur (NTT), Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S, rasisme adalah suatu ideologi yang mendasarkan diri pada diskriminasi terhadap seseorang atau sekelompok orang, karena ras mereka bahkan ini menjadi doktrin politis.

Tentunya diskriminasi merupakan hal negatif karena bersifat merendahkan martabat orang lain melalui berbagai cara. Salah satunya tindakan rasisme yang berdampak buruk bagi setiap korbannya.

Belum lama ini, penyerang asal Belgia yang kini berkostum Inter Milan, Romelu Lukaku, menjadi korban rasisme saat bertandang ke kandang Cagliari, Italia, Minggu (1/9/2019) waktu setempat. Dirinya diejek dengan kata ’monyet’ oleh pendukung Rossoblu.

Rasisme bermula saat Lukaku melakukan tendangan kotak 11. Kesal dengan cibiran fans Cagliari, Lukaku lantas mendaratkan bola ke gawang dan mengarahkan ke arah supporter Cagliari. Meski diteriaki ‘monyet’, Lukaku berhasil membawa Inter Milan kokoh di puncak klasemen usai menang pada pertandingan kedua di Seria A Liga Italia.

Melansir laman Bolasport.com, salah satu wartawan terpandang di Italia, Matteo Bonetti, mengecam aksi rasis yang dilakukan fans Cagliari tersebut. Ia pun membandingkan kejadian yang dialami Moise Kean, yang juga mendapat pelecehan rasial kala masih membela Juventus.

"Aksi yang mengejutkan dari sekelompok fan Cagliari. Lagi-lagi terdengar teriakan rasis dengan menyebut monyet saat Lukaku mengeksekusi penalti. Ini (rasisme) terjadi kembali usai pelecehan rasisme yang sama terhadap Moise Kean. Sesuatu harus dilakukan untuk mengatasi itu," imbuhnya Matteo

Sehari sebelumnya, bek Chelsea asal Perancis, Kurt Zouma, dikabarkan juga menerima pelehan rasial usai timnya gagal meraih kemenangan. Hal itu tak lepas dari gol bunuh diri yang secara tak sengaja dilakukan Zouma. Chelsea yang sebelumnya unggul harus puas berbagi poin dengan tamunya Sheffield United dengan skor akhir 2-2.

Haruskah isu rasisme dilontarkan pada pemain berkulit hitam?

Apa Reaksi Kamu?