Jadi Operator "Nth Room" di Platform Discord, Siswa SD Berusia 12 Tahun Ini Ditangkap
Foto: Naver.com

Jadi Operator "Nth Room" di Platform Discord, Siswa SD Berusia 12 Tahun Ini Ditangkap

Rabu, 8 Apr 2020 | 13:36 | Nisa Diniah

Winnetnews.com - Kasus eksploitasi seksual melalui chat room Telegram yang disebut sebagai "Nth Room" beberapa waktu lalu sempat menggemparkan warga Korea Selatan. "Nth Room" adalah chat room yang dilaporkan telah membagikan berbagai video dari para korban saat melakukan aktivitas-aktivitas seksual, termasuk mengandung kekerasan. Banyak selebriti Korea menunjukkan kemarahan mereka atas kasus ini.

Apalagi diketahui sebanyak 74 perempuan, termasuk 16 orang di bawah umur, menjadi korban penyiksaan, kekerasan, dan eksploitasi seksual melalui chat room yang memiliki 260 ribu anggota. Terungkap jika "Nth Room" didalangi oleh seorang pria bernama Cho Joo Bin. Sejauh ini sudah ada 13 orang lain yang ditahan dan diduga merupakan kaki tangan Cho Joo Bin.

Perkembangan terbaru dari kepolisian Seoul menyebutkan bahwa mereka menemukan satu lagi "Nth Room" di platform lain. Menurut laporan Dispatch pada tanggal 7 April lalu, Kantor Polisi Distrik Gyeonggi Utara menangkap 9 siswa SMP yang melanggar "Undang-Undang Perlindungan Seksual Anak dan Remaja'."

Menurut polisi, akun Discord dikelola oleh "A" yang berusia 12 tahun, yang membuat akun tahun lalu ketika dia masih seorang siswa SD. Dia mengelola akun dengan dua siswa SMP lainnya yang juga ditangkap tanpa penahanan karena menjual dan mendistribusikan molka (video hidden camera). Enam siswa lain juga ditangkap karena berbagi materi pornografi.

image0

Di antara mereka yang ditangkap adalah "Lee" berusia 16 tahun yang dijuluki "Pasific", yang juga dikonfirmasi sebagai operator "Nth Room" dan menjalankan ruang obrolan Telegram terpisah yang disebut "Pasific Expedition" dengan 8.000-16.000 pengguna. Polisi juga menangkap seorang berusia 18 tahun yang dijuluki "Kubby" dan 19 tahun yang dijuluki "Kapten Taebum". Karena "A" berusia antara 10-14, polisi tidak punya pilihan selain membebaskannya tanpa mendapat hukuman karena dia dilindungi oleh hukum Korea.

Sontak, hal ini langsung mengundang komentar netizen Korea. Tak sedikit yang merasa geram pada siswa SD tersebut karena sudah melakukan tindakan kriminal di usia yang masih sangat muda.

"Dia baru berusia 12 tahun tetapi dia sudah melihat segalanya pada usia 14 tahun, wow, sungguh-sungguh dunia ini menjadi gila," kata seorang netter.

"Wow aku bertanya-tanya apa yang dia pikirkan ketika dia di sekolah. Dia membuatku merinding," ujar netter lain.

"Dia adalah seorang operator, tetapi dia masih sangat muda sehingga dia dapat dengan mudah bertingkah kelewatan. Dia mungkin menonton dan belajar dari para penjahat itu," ujar netter lain.

"Aku merasa sangat jijik bahwa ada orang-orang seperti itu di sekitarku. Orang-orang itu semua berpura-pura bersikap seperti manusia normal, tetapi aku bertanya-tanya pikiran apa yang ada dalam pikiran mereka," pungkas yang lainnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...