Jakarta Ada di Peringkat Ke-33 Ekosistem Startup Potensial Dunia

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Jakarta Ada di Peringkat Ke-33 Ekosistem Startup Potensial Dunia Potensi Eksosistem Startup (sumber: unsplash)

Winnetnews.com - Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) menyebut Jakarta menduduki peringkat ke-33, kota dengan ekosistem perusahaan rintisan atau startup potensial. Laporan tersebut diberikan oleh Global Startup Ecosystem Report (GSER) pada Mei lalu. Riset ini dilakukan oleh startup berbasis riset internasional yang bermarkas di San Fransisco, Amerika Serikat.

Selain Jakarta, ada beberapa kota di dunia lagi yang masuk ke daftar tersebut, seperti Logos di Nigeria, Melbourne, Montreal, Moscow, dan Mumbai. Dilansir dari CNN Indonesia, Ketua Umum MIKTI Joddy Hernady mengatakan terdapat tujuh faktor aspek untuk melihat Jakarta sebagai salah satu kota potensial terkait ekosistem startup. Salah satunya ada empat startup unicorn di tanah air yaitu, Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka.

“Untuk melihat ekosistem startup di Indonesia ada 7 faktor. Pertama, performa dinilai seberapa banyak startup early stage yang sukse. Kedua, seberapa banyak perusahaan yang menyandang status unicorn,” Jelas Joddy.

Faktor lain menurut Joddy, yaitu seberapa banyak startup yang ada di Jakarta. Berdasarkan laporan MIKTI, saat ini ada 1009 perusahaan rintisan yang aktif. “Sudah dilakukan sensus oleh MIKTI, ada 1009 startup yang sudah jalan dan konsentrasi di jabodetabek ada 529 startup,” tuturnya.

Selanjutnya, faktor yang dapat melihat ekosistem startup di Indonesia adalah seberapa besar investasi yang diberikan dan seberapa besar pasar lokal untuk menggaet pasar global, serta yang terakhir bagaimana pengalaman dari pendiri startup tersebut.

Menurut GSER, Jakarta saat ini ditetapkan sebagai ekosistem startup dalam fase Late Globalization, yang artinya Jakarta memiliki posisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan ekosistem lainnya di fase Early Globalization dan Activation. Lebih lanjut, laporan GSER menyebutkan bahwa sub sektor paling unggul di Jakarta adalah industri fintech.

Apa Reaksi Kamu?