Jaksa Agung Desak Yayasan Supersemar Kembalikan Rp 4,4 T ke Negara

Jaksa Agung Desak Yayasan Supersemar Kembalikan Rp 4,4 T ke Negara

Kamis, 21 Jan 2016 | 04:43 | Rusmanto
WinNetNews.com - Yayasan Supersemar menolak mengembalikan dana yang diselewengkannya. Jaksa Agung M Prasetyo pun mendesak yayasan bentukan Presiden ke-2 RI Soeharto itu membayar uang senilai Rp 4,4 T kepada negara.

Dalam putusan Mahkamah Agung (MA), Yayasan Supersemar diminta mengembalikan uang sebesar Rp 4,4 triliun yang dinilai telah diselewengkan. Dari putusan MA, kebocoran dana yayasan yang seharusnya digunakan untuk beasiswa mengalir ke sejumlah bank dan juga perusahaan.

Untuk eksekusi sendiri, Prasetyo menyerahkan kepada pihak pengadilan sesuai kewenangannya. Yayasan Supersemar sendiri menyatakan menolak membayar dana itu karena merasa putusan MA belum jelas.

PN Jakarta Selatan yang memimpin jalannya aanmaning memutuskan memberi waktu 8 hari kepada Yayasan Supersamar untuk melaksanakan putusan MA secara sukarela. Jika tidak, maka jaksa diizinkan merampas paksa aset Supersemar.

Pihak Yayasan Supersemar sendiri meminta penagguhan pembayaran Rp 4,4 T tersebut. Alasannya karena saat ini mereka tengah mengajukan gugatan perdata baru PN Jaksel perihal dana yang menurut Yayasan Supersemar jumlah aslinya hanya Rp 309 miliar.

Adapun kebocoran dana beasiswa pendidikan dialirkan Yayasan Supersemar ke Bank Duta (kini menjadi Bank Danamon), Sempati Air, PT Kiani Lestari, PT Kalhold Utama, Essam Timber, PT Tanjung Redep Hutan Tanaman Industri, dan Kosgoro. Data ini berdasarkan putusan MA .

Baca juga: Bayar atau Harta Yayasan Supersemar Dirampas Paksa

Lantas bagaimana jika Yayasan Supersemar mengaku tidak memiliki aset sebesar seperti yang diwajibkan dibayarnya itu?

"Dana tidak cukup tahunya dari mana? Jangan nganu dong, saya sendiri belum kasih tahu. Janganlah mengada-ada. Kita akan telusuri asetnya," jawab Prasetyo mengakhiri.

disadur dari situs detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...