Jalan-jalan ke Yogya, Jangan Lupa Beli Cilok Gajahan

Rani
Rani

Jalan-jalan ke Yogya, Jangan Lupa Beli Cilok Gajahan

winnetnews.com - Cilok banyak ditemui di dareah Jawa Barat dan Jakarta. Tapi di Yogya cilok agak berbeda. Diberi campuran daging sapi dan kalau mau beli harus sabar antre!

Cilok atau aci dicolok merupakan camilan khas Jawa Barat. Berbentuk bola-bola seperti bakso terbuat dari aci atau adonan tepung kanji yang direbus. Kemudian bola-bola ditusuki dengan tusuk sate dan disantap dengan saus sambal.

Layaknya penjualan cilok pada umumnya, Cilok Gajahan pun dijual pakai gerobak dorong. Namun pembeli cilok ini harus bersabar karena puluhan pembeli selalu antre untuk dilayani. Bahkan seorang pembeli terkadang harus mengantre berjam-jam.

Cilok Gajahan ini milik Syahrul Guci (42), warga kelurahan Kadipaten, kecamatan Keraton, kota Yogyakarta. Cilok buatannya dinamai gajahan, karena tempat utama berjualan berada di bekas kandang gajah Keraton Yogya. Lokasinya di salah satu sudut kawasan Alun-Alun Selatan Kota Yogyakarta.

Menurut bapak dua anak ini, dia berjualan cilok di bekas kandang gajah keraton sudah 10 tahun. Waktu berjualannya di sore hari. Sementara di pagi hari dulunya dia berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya.

Cilok Gajahan yang dijajakan Syahrul di Alun-alun Selatan Kota Yogya rata-rata ludes dalam waktu 2-3 jam. Sementara pelanggannya tidak hanya berasal dari Kota Yogya, tapi juga dari luar daerah. Apalagi kawasan Alun-alun Selatan merupakan salah satu objek wisata di wilayah ini.

Syahrul mengaku memiliki resep tersendiri buat menggaet pelanggan. Ia konsisten menjaga kualitas cilok, caranya dengan memakai bahan-bahan kualitas terbaik. Namun harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal, sehingga pelanggan puas.

Untuk sambal yang disajikan Syahrul juga tak sembarang, dia selalu pakai cabe rawit. Bahkan sekarang ini per hari dia mengaku bisa menghabiskan 7 kg cabe rawit.

Untuk jumlah produksi, Syahrul mengaku per hari membuat 50 kg adonan cilok dari tepung tapioka, sagu, gandung, rempah-rempah, dan daging sapi. Jumlah produksi ini sangat banyak, dibanding jumlah produksi saat Syahrul pertama kali berjualan. Cilok Gajahan Buka pukul 15.30 sampai 18.00 WIB. Cilok Gajahan dibanderol dengan harga 250 rupiah per butir. Saat ini cilok Gajahan pun sudah memiliki 4 cabang

Apa Reaksi Kamu?