Jalan Mangkrak di Rorotan Jakarta Utara Ini Jadi Tempat Jemur Gabah Oleh Buruh Asal Indramayu
Sumber : Istimewa

Jalan Mangkrak di Rorotan Jakarta Utara Ini Jadi Tempat Jemur Gabah Oleh Buruh Asal Indramayu

Senin, 4 Jun 2018 | 10:10 | Oky

Winnetnews.com - Bersebelahan dengan Jalan Sungai Kendal dan Jalan Inpeksi Kanal Timur atau kanal banjir timur (KBT) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, terdapat dua ruas jalan yang belum rampung pembangunannya.

Salah satu jalan yang mangrak pembangunannya itu sering digunakan oleh buruh asal Indramayu, Jawa Barat, untuk menjemur gabah.

Pantauan di sana menunjukkan sekitaran satu kilometer sepanjang jalan yang mangkrak selama bertahun-tahun tertutup gabah. Terlihat empat pria sedang menata gabah di jalan terputus tersebut agar terkena sinar matahari. Total gabah yang dijemur di jalan itu sebanyak sembilan ton.

Maman (65) mengatakan, kalau gabah yang dia jemur itu hanya gabah yang nantinya akan disumbangkan.

"Kalau yang saya garap (gabah dijemur) ini kan buat zakat fitrah. Yang punya Haji Udin. Jikalau yang banyak ini (gabah) ada sembilan ton pak. Yang punya Haji Udin juga. Pabrik berasnya itu ada di Karang Tengah, Bekasi," kata Maman kepada Warta Kota, Minggu (3/6/2018).

Maman mengatakan, pemilik gabah dan buruh ini sama-sama berasal dari Indramayu.

Gabah dijemur di jalan yang belum selesai pembangunannya di kawasan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (3/6/2018). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Ia mengatakan, sudah sering menjemur gabah di jalan yang mangkrak tersebut.

"Tadi cuman satu truk bawa sembilan ton gabah ke sini. Yang urus bapak-bapak buruh itu pak. Sering kok menjemur di sini. Mereka juga asal Indramayu. Pemilik gabah dan pabrik berasnya di Karang Tengah itu juga asal Indramayu," katanya.

Saat menghampiri salah satu buruh yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, gabah itu diangkut dari Karang Tengah menggunakan truk. Terkadang kerap menjemur gabah itu lebih dari sembilan ton.

"Kamarin saja lebih dari sembilan ton gabah dijemur di sini. Kenapa kami jemurnya di sini, karena di sana sudah enggak muat lahannya. Makanya jemur di sini. Sering. Paling lama menjemur gabah kisaran dua hari pak. Aji mumpung ini jalan enggak terpakai. Belum selesai dibangun manfaatin saja," katanya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...