Jalan Tol Tangerang Tidak Nyaman Dilewati?

Jalan Tol Tangerang Tidak Nyaman Dilewati?

Jumat, 12 Feb 2016 | 19:16 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Fasilitas jalan tol Tangerang-Merak yang dikelola PT Marga Mandalasakti (MMS) dinilai buruk dan tidak sebanding dengan mahalnya tarif tol tersebut. Sebab, sepanjang jalan tol Tangerang-Merak tidak dilengkapi pagar pembatas dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Padahal, tarif tol Tangerang-Merak jauh lebih mahal ketimbang tarif ruas jalan tol lainnya di Indonesia.

Sepanjang jalur tol Tangerang-Merak yang dikelola PT MMS hanya memasang lampu PJU di dekat pintu tol. Sebagian besar ruas jalan tol Tangerang-Merak dalam kondisi gelap gulita sehingga rawan terjadinya kecelakaan. Selain itu, sepanjang jalur tersebut hampir setiap hari selalu ada perbaikan, sehingga mengganggu para pengguna jalan.

"Kondisi jalan tol Tangerang-Merak jauh berbeda dengan ruas jalan tol lainnya di Indonesia yang dikelola oleh perusahaan BUMN. Kondisi jalan tol Tangerang-Merak bergelombang, padahal hampir setiap saat dilakukan perbaikan dan penambalan di sejumlah titik. Tidak heran di ruas jalan tol Tangerang-Merak sering terjadi kecelakaan," ujar salah seorang pengguna jalan tol Tangerang-Merak, Rizki, di Serang, Kamis (11/2).

Menurut Rizki, tarif jalan tol Tangerang-Merak dari Cikupa, Tangerang ke gerbang tol Serang Timur saja bisa mencapai Rp 26.000. Dari gerbang tol Cilegon Barat ke gerbang tol Serang Barat tarifnya mencapai Rp 9.000.

 

“Menurut saya tarif tol Tangerang-Merak yang dikelola PT MMS, sangat mahal. Kemahalan tarif tersebut tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai," tegasnya.

Hal senada juga dikatakan pengguna jalan tol lainnya, Dami (42), yang setiap hari pergi pulang Tangerang-Serang. Menurutnya, sepanjang jalan tol Tangerang-Merak kondisinya bergelombang. Pengendara mobil tidak nyaman melintasi jalan tol Tangerang-Merak.

"Setiap hari selalu saja ada titik yang diperbaiki oleh PT MMS di sepanjang jalan tol Tangerang-Merak. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama dan kembali mengalami kerusakan. Menurut saya, jalur Tangerang-Merak mungkin sebagai jalan tol terburuk se-Indonesia," ujarnya.

Dami mengatakan, hanya di jalan tol Tangerang-Merak yang sering melakukan perbaikan, bahkan hampir setiap hari. Namun, kondisi jalannya tetap saja bergelombang.

"Kita berharap, mahalnya tarif jalan tol Tangerang-Merak harus dibarengi dengan fasilitas yang memadai dan kondisi jalan yang mulus tanpa gelombang,” ujarnya.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...