Jangan Buang-buang Kentang, di Negara ini Sedang Krisis Kentang Loh!

Jangan Buang-buang Kentang, di Negara ini Sedang Krisis Kentang Loh!

Kamis, 27 Apr 2017 | 14:22 | kontributor

winnetenews.com - Harga kemasan dan permintaan keripik kentang meroket. Hal ini disebabkan oleh salah satu merek keripik kentang ternama di Jepang, Calbee, mengumumkan penghentian produksi untuk sementara waktu.

Dilansir dari Next Shark, Senin 24 April 2017, biasanya harga per kemasan keripik Calbee dijual seharga US$2 atau Rp26 ribu per kemasan. Namun, pertanian kentang di Hokkaido, Jepang—pemasok kentang ke Calbee—dilanda badai sehingga menyebabkan gagal panen.

Pengumuman ini menyebabkan terjadinya panic buying. Rak-rak produk Calbee di supermarket pun kosong. Tingginya permintaan Calbee membuat harga cemilan ini menggelembung hingga enam kali lipat, yaitu US$12 (Rp160 ribu) per kemasan.

Juru bicara Calbee, Rie Makuuchi, mengatakan solusi sementaranya adalah mereka harus memasok kentang dari Amerika Serikat. Atau, mereka mendorong petani kentang di Kyushu selatan untuk memanen kentangnya lebih awal.

Tidak hanya Calbeee, perusahaan keripik kentang yang masih merupakan bagian dari Calbee, Koike-ya, Inc., juga mengumumkan penghentian sementara produksi sembilan produk camilannya.

Hal ini disebabkan oleh mereka hanya mengandalkan kentang rumahan. Koike-ya juga tidak bisa memastikan apakah produksi keripik kentang akan berlanjut atau tidak.

Usaha rumah makan pun terkena dampak gagal panen kentang akibat badai. Mereka juga berpotensi kekurangan pasokan kentang untuk bahan makanan mereka.

Akibat kejadian ini, banyak pengguna Twitter di Jepang yang menyebut kejadian ini sebagai krisis kentang. Setelah itu, mereka menyadari mereka ketagihan keripik kentang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...