Jangan Dekati 3 Benda Ini Kalau Kamu Lagi Tes Narkoba

Sofia
Sofia

Jangan Dekati 3 Benda Ini Kalau Kamu Lagi Tes Narkoba

Winnetnews.com - Tes narkoba mengunakan urin banyak diterapkan pada penyaringan karyawan baru. Sejumlah instansi yang memakai pengujian ini di antaranya adalah lembaga pemerintahan.

Dikutip dari CNN Indonesia, mendeteksi keberadaan senyawa narkotika tertentu bisa melalui urin, pengujian ini dapat menipu kalau kamu tak hati-hati dalam memperhatikan senyawa kimia yang masuk ke tubuh sehari-hari.

Sejumlah senyawa yang bisa membuat hasil tes narkoba positif, menurut Live Science ternyata ada dalam benda sehari-hari. Supaya gak bikin kesel gara-gara hasilnya positif, padahal kamu gak pernah nyentuh narkoba. Coba perhatikan benda-benda yang biasa kita pakai ini.

Ingin tahu kan benda apa saja itu, mari kita telaah lebih jauh:

1. Obat Flu

Menurut penelitian di tahun 2010, sejumlah senyawa dalam obat flu dapat mengacaukan pengujian amfetamin sehingga mengeluarkan hasil positif menggunakan narkoba.

Sejumlah senyawa dalam obat flu tersebut yaitu brompheniramine yang merupakan senyawa yang sifatnya antihistamin. Antihistamin merupakan obat yang biasa dipakai untuk mengatasi reaksi atau gejala alergi. Selain itu, antihistamin juga bisa digunakan mengatasi vertigo dan insomnia.

Pengujian terdahulu di tahun 2008 menemukan fakta bahwa pemakaian inhaler sebuah label terkenal bisa membingungkan pengujian amfetamin. Hal ini disebabkan inhaler mengandung levomethamphetamine yang merupakan 'cerminan' dari methamphetamine.

Tapi penelitian itu mengatakan tes narkoba yang lebih canggih bisa membedakan methamphetamine dan senyawa kimia lain dalam inhaler.

2. Sabun Bayi

Siapa sangka benda imut ini bisa bikin hasil tes narkoba jadi positif? Nah dalam pengujian tahun 2012 lalu, bayi-bayi yang baru lahir di sebuah rumah sakit terbukti positif memiliki kandungan ganja dalam urin mereka.

Setelah diselidiki, ternyata kandungan senyawa kimia di sabun bayi yang dipakai rumah sakit tersebut untuk membersihkan bayi baru lahir mengandung senyawa kimia pembuat hasil positif pada uji narkoba.

Senyawa ini ternyata ada di banyak sabun bayi label besar contohnya Johnson & Johnson Head to Toe Body Wash, J&J Bedtime Bath, CVS Night-Time Baby Bath, Aveeno Soothing Relief Creamy Wash, dan Aveeno Wash Shampoo.

Sabun-sabun itu menimbulkan hasil positif pada pengujian THC, komposisi aktif dalam ganja. Para peneliti belum mengetahui kenapa senyawa kimia pada sabun bayi menyebabkan pengujian THC menjadi positif.

Para peneliti menduga beberapa senyawa kimia dalam sabun bayi memiliki struktur kimiawi mirip dengan THC, atau senyawa kimia tersebut mengubah cara kerja pengujian.

Sedangkan mengapa terdapat pada urin bayi, para peneliti menduga sisa sabun yang ada di kulit kelamin tersapu urin sewaktu pengujian berlangsung.

3. Antibiotik

Jika kamu sedang mengonsumsi obat-obatan termasuk antibiotik dari dokter, maka ada baiknya memperhatikan kandungan antibiotik yang diberikan. Kandungan senyawa tertentu contohnya rifampisin dan fluoroquinolones bisa memberikan hasil positif dalam pengujian opiate atau morfin.

Salah satu kasus di tahun 2002, seorang anak tujuh tahun di Lebanon mengunjungi rumah sakit dinyatakan positif ketika dilakukan pengujian opiate. Baru kemudian diketahui kandungan rifampisin yang ia konsumsi mengacaukan pengujian opiate.

Apa Reaksi Kamu?