Jangan Memotret Gerhana Tanpa Filter Khusus

Jangan Memotret Gerhana Tanpa Filter Khusus

Rabu, 9 Mar 2016 | 06:14 | Rusmanto
WinNetNews.com - Momen langka seperti gerhana matahari total memang sayang jika tak diabadikan dalam bentuk foto. Berbagai peralatan pasti disiapkan orang-orang untuk memotretnya.

Namun, Anda tak bisa sembarangan memotret prosesi gerhana tanpa dilengkapi filter khusus. "Memotret pakai kamera HP atau kamera lain, sama saja, harus menggunakan filter mylar yaitu filter khusus untuk memotret matahari," kata peneliti astronomi dari Observatorium Bosscha Premana W. Premadi, Selasa (8/3/2016).

Ia mengatakan, yang berbahaya sebenarnya detik-detik matahari mulai tertutup bulan dan terbuka kembali. Sama seperti di kehidupan sehari-hari, kata dia, kita tentu tidak pernah bisa melihat matahari secara langsung karena pancaran sinarnya yang begitu terang.

"Gelapnya kan hanya saat gerhana total dan itu pun hanya sekitar dua menit,' ujarnya. "Sebelum dan sesudahnya akan terang sekali seperti sehari-hari. Itu yang berbahaya untuk mata."

Baca juga: Jadwal Gerhana Matahari Total di 8 Kota Indonesia

Premana mengatakan, hanya filter mylar yang aman digunakan untuk melihat proses gerhana matahari total. Filter ini berbentuk lembaran seperti aluminium foil yang memakainya cukup ditempelkan ke lensa kamera atau ponsel. Premana mengingatkan, jangan memaksa untuk memotret tanpa filter, karena akan merusak komponen dalam kamera.

Lalu, bagaimana jika warga tak memiliki filter ini? Jika Anda memiliki kacamata gerhana, maka filter pada kacamata bisa dipakai untuk melapisi lensa kamera pada ponsel.

Premana menyarankan cara lain untuk mengabadikan gerhana, yakni memakai media perantara kertas yang diberi jarum dan cahayanya dipantulkan ke dinding. Nah, bayangan itulah yang dipotret. "Kami berharap warga tetap mengutamakan keamanan dengan menggunakan barang yang kualitasnya terpenuhi," pungkasnya.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...