Jangan Paksakan Bangun Infrastruktur Saat Ekonomi Sulit

Jangan Paksakan Bangun Infrastruktur Saat Ekonomi Sulit

Kamis, 17 Mar 2016 | 04:19 | Rusmanto
WinNetNews.com - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pemerintah jangan memaksakan membangun infrastruktur jika perekonomian sedang sulit. Apalagi jika pada akhirnya bantuan atau subsidi kepada rakyat menjadi korbannya.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi kelompok masyarakat di Pati, Rabu (16/3/2016). Seorang perwakilan kepala desa bernama Napionto mengeluhkan bagaimana aturan dari pusat tumpang tindih dengan peraturan daerah sehingga membuat para mereka kebingungan.

Napianto menyatakan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan traktor dan bantuan pertanian lain, termasuk subsidi pupuk. Namun ia berharap agar pemerintah juga memberikan subsidi pestisida bagi petani dan juga agar Pemda menindak tengkulak nakal.

Dalam kesempatan itu, SBY menyatakan kiranya agar peraturan di daerah tidak menghambat regulasi atau kebijakan yang datang dari pusat. Disebutnya, perlu ada koordinasi dan sinkronisasi agar tidak ada lagi tumpang tindih yang akhirnya justru membuat rakyat bingung.

SBY juga menyebut bahwa jangan sampai kebijakan pemerintah dalam membangun infrastruktur dapat berdampak pada program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Seperti soal pemberian subsidi.

 

"Bapak ingin ada subsidi pestisida setelah subsidi pupuk, silakan disampaikan ke Menkeu, Mentan, menteri terkait. Saya tidak bisa menjawab sekarang karena saya bukan lagi presiden, tapi nanti kami teruskan. Nanti biar para menterinya mikir, presiden mikir dan itu harus karena untuk rakyat," tambah SBY.

Pada dasarnya PD mendukung program pembangunan besar-besaran yang tengah dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi. Hanya saja SBY menyebut jangan sampai hajat besar tersebut melupakan persoalan-persoalan kecil lainya.

Hal senada disampaikan SBY saat salah seorang perwakilan nelayan, Didik Mardiono, mengeluhkan besarnya pajak yang harus dibayarnya agar kapalnya bisa melaut. Menurut jenderal purnawirawan TNI tersebut, pajak jangan digenjot habis-habisan saat perekonomian sulit untuk mendanai pembangunan infrastruktur.

Mengenai penggunaan pajak, dalam era kepemimpinannya SBY mengaku tidak pernah menguras habis dana yang masuk demi pembangunan infrastruktur dalam kondisi yang sulit. Seperti diketahui saat ini pemerintah memang sedang getol-getolnya membangun infrastruktur, khususnya di daerah pedalaman.

SBY punya saran sebagai mantan presiden yang pernah memimpin Indonesia selama 10 tahun. Yakni dengan mengurangi pengeluaran dari pemerintah. Ia menyatakan pembangunan besar tidak semuanya harus selesai dalam waktu dekat.

 

Meski begitu SBY juga mengingatkan kepada para wajib pajak untuk melunasi apa yang menjadi kewajibannya. Dengan begitu pemasukan kepada negara menjadi lebih besar dan pada akhirnya pembangunan infrastruktur dapat selaras dengan program-program jangka pendek.

Melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di bawah 5 persen, SBY memprediksi pemerintah kesulitan mencari dana untuk pembangunan. Namun apapun kebijakan yang diambil Jokowi, PD mengaku tetap mendukung meski akan terus mengoreksi jika memang ada yang tidak tepat.

"Sekarang sedang sulit. (Pertumbuhan ekonomi) di bawah 5 persen kok. Ya ndak apa-apa, rakyat juga mengerti kok kalau dikurangi sedikit. Tapi pemerintah Pak Jokowi masih ada, masih ada kesempatan. Semoga beliau bisa memberi kebijakan dan solusi yang tepat untuk kita semua," tutup SBY.

disadur dari situs detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...