Jangan Paksakan Kehendak pada Anak, ini Alasannya

Rusmanto

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Jangan Paksakan Kehendak pada Anak, ini Alasannya
ilustrasi
Winnetnews.com - Kepada para orangtua, jangan memaksakan kehendak Anda pada anak-anak. Sangat wajar bila orangtua ingin agar anaknya dapat mencapai hal yang terbaik, namun kalau niat itu sampai memaksakan, maka ada risiko yang bakal muncul.

Apa saja risiko-risiko tersebut? Lalu bagaimana cara yang perlu ditempuh untuk menyampaikan keinginan orangtua kepada anak? Simak penjelasannya di bawah ini.

Alasan jangan memaksakan kehendak pada anak

image0

Setiap orangtua punya harapan pada anak-anaknya. Terkadang, harapan itu berupa urusan pendidikan, pekerjaan, jodoh sampai tempat tinggal. Sekilas, harapan itu terkesan sebagai bagian dari pendidikan anak agar bisa menjalani hidup lebih baik di masa depan. Namun, ada kalanya keinginan itu berujung pemaksaan.

Pengalaman pahit orangtua ketika masa muda, bisa jadi faktor utama pemaksaan kehendak pada anak. Orangtua tak mau anaknya mengulangi kesalahan dan selalu berharap anaknya hidup lebih baik.

Tidak ada salahnya dengan keinginan tersebut. Selama anaknya setuju dan siap menjalani hidup yang disarankan orangtua. Tapi kalau tidak, maka orangtua harus memberi kebebasan.

Misalnya saja dalam hal pelajaran sekolah. Ada orangtua yang menuntut anaknya agar mendapat nilai terbaik sehingga menjadi kebanggaan orangtua. Sayangnya, cara yang ditempuh orangtua adalah dengan memaksa mereka untuk  belajar  terus-terusan. Padahal kenyataannya, ini malah menjadi beban bagi anak.

Saat anak sudah merasa belajar menjadi beban, maka dia sulit untuk berkembang. Belajar jadi sebuah proses yang tidak menyenangkan.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...