Jangan Pilih Pensiun Dini, Ini Ulasannya
ilustrasi

Jangan Pilih Pensiun Dini, Ini Ulasannya

Kamis, 9 Jan 2020 | 19:17 | Rusmanto
Winnetnews.com - Istilah pensiun dini kini mulai populer di Indonesia, khususnya bagi mereka yang ingin menikmati masa tua lebih awal atau yang ingin memulai bisnis baru alih-alih terus bekerja di instansi atau perusahaan tertentu. Meski terlihat sebagai sesuatu yang baik, pakar kesehatan menyebut pensiun dini ternyata juga bisa memberikan efek kurang baik bagi kesehatan, lho.

Dampak Pensiun Dini bagi Risiko Demensia

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi dari para pria pensiunan dengan usia 80 tahun atau lebih di Jepang. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa sebagian dari para partisipan kembali ke pekerjaannya setidaknya seminggu sekali dan sisanya hanya tinggal di rumah saja. Hasilnya adalah, mereka yang kembali ke tempat kerjanya seminggu sekali cenderung mampu menekan penurunan kondisi mental dengan signifikan.

Penelitian lain yang dilakukan di New York, Amerika Serikat menghasilkan fakta bahwa mereka yang memilih untuk pensiun dini cenderung lebih rentan terkena demensia. Bahkan, berhenti bekerja di usia kurang dari 60 tahun cenderung membuat penurunan fungsi kognitif dan memori bisa berlangsung dengan lebih cepat.

Hal ini disebabkan oleh setelah pensiun, kita cenderung lebih jarang berinteraksi dengan orang lain. Meski terlihat sebagai sesuatu yang wajar, pakar kesehatan menyebut hal ini bisa memberikan dampak besar bagi fungsi kognitif dan risiko demensia.

Penelitian lainnya yang dilakukan di Brighamton University, New York yang melibatkan 17.500 orang dari China Retirement Longitudinal Survey juga mengungkap hal yang sama, yakni mereka yang sudah menikmati tunjangan pensiun justru mengalami penurunan mental jauh lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang masih bekerja di usia yang sama. Bahkan, daya ingat bisa menurun hingga 20 persen lebih cepat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...