Jangan Rusak Pilkada Dengan Politik Uang

Jangan Rusak Pilkada Dengan Politik Uang

WinNetNews.com - Jangan rusak pilkada dengan politik uang. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengingatkan, politik uang dapat merusak integritas pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak. Praktik curang itu juga akan merusak citra pemerintahan daerah yang terpilih nanti.

Menurut Hadar, KPU telah melakukan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat luas untuk tidak menoleransi praktik politik uang. Dalam bentuk apa pun dan sekecil apa pun, politik uang tidak dapat dibenarkan.

Seperti dilansir Beritasatu, “Karena itu, kami mengingatkan betul kepada semua pihak untuk tidak terlibat. Kalau ada yang mengajak-ajak atau mengetahai adanya politik uang, lapor kepada kami supaya kita sama-sama menjaga pilkada yang berintegritas,” ujar Hadar saat ditemui BeritaSatu.com di Jakarta, Senin (7/12) malam.

Selain itu, ujarnya, KPU juga mengingatkan anggota KPU di daerah supaya tidak terlibat politik uang, terutama dengan cara menerima suap dari pasangan calon. Jika ada anggota KPU yang terlibat politik uang, Hadar menegaskan akan memecat dan memidanakan yang bersangkutan.

“Kalau ada anggota KPU di daerah yang terlibat politik uang, tentu kami tidak akan main-main. Kami akan memidanakan. Kami tidak akan bela, tidak ada gunanya. Itu perbuatan melanggar aturan dan perbuatan tercela,” ujar Hadar.