Jangan Sandera RAPBN 2016!

Jangan Sandera RAPBN 2016!

WinNetNews.com - Pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 hingga kini masih belum selesai dibahas. Kabarnya lamanya pembahasan ini karena masih ada lobi-lobi antar fraksi di Koalisi Merah Putih dengan Koalisi Indonesia Hebat.

Dilansir dari laman detik, pengamat politik dari IndoStrategi Andar Nubowo berharap RAPBN 2016 tidak dijadikan kubu kedua koalisi tersebut sebagai alat untuk menyandera berbagai kepentingan yang bersifat transaksional.

Andar memberikan kritik bahwa perbedaan yang ada di antara dua koalisi tersebut justru memuncak menjelang pengesahan di paripurna. Seharusnya, dua kubu bisa membicarakan secara baiik-baik sejak jauh hari agar ada kesesuaian antara komisi terkait dengan mitra kerja kementerian. Bila mengemukakan alasan untuk kepentingan rakyat seharusnya cara berpikir seperti ini yang diprioritaskan.

Selain itu Ia pun menyindir sikap KIH serta pemerintahan Jokowi yang terkesan menjadikan RAPBN 2016 ini sebagai rancangan kepentingan proyek ekonomi atau bagi-bagi kue kepada partai pendukung. RAPBN 2016 seharusnya dipakai untuk membuktikan rancangan pertama Jokowi-JK sesuai konsep Nawacita.

Tapi, bila kebijakan politik ala bagi-bagi proyek ini justru membuat konsep Nawacita yang diusung pemerintahan Jokowi hanya sebatas retorika.

"Kalau itu terjadi, maka Nawacita hanya kepentingan umum dengan retorika saja atau hanya jadi kuda tunggangan penguasaan proyek-proyek ekonomi dan politik belaka," paparnya.

Lanjutnya, tarikan politik antara KMP dengan KIH dalam RAPBN 2016 ini jadi momentum rekonsolidasi kedua kubu. Tarikan politik ini bakal menjadi pertaruhan marwah politik setelah PAN menyatakan gabung ke pemerintah. PAN dinilai kan diuji loyalitas politiknya."

"Ada kesan kuat ini pertaruhan marwah politik setelah PAN gabung ke KIH. Apakah efektif atau sebaliknya? PAN juga diuji loyalitasnya. Ini pembuktian politik," tuturnya.