Skip to main content

Janji-janji manis Sutiyoso & Jenderal Gatot setelah dilantik Jokowi

Janji-janji manis Sutiyoso  Jenderal Gatot setelah dilantik Jokowi
Janji-janji manis Sutiyoso Jenderal Gatot setelah dilantik Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Sutiyoso sebagai kepala BIN dan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai kepala Panglima TNI. Mereka disumpah agar melaksanakan amanat jabatan dan amanat negara.

Setelah pelantikan, Sutiyoso berjanji bakal membuat institusi intelijen itu lebih terbuka. Dia tidak mau BIN menjadi lembaga negara yang seram di mata masyarakat.

"Pekerjaan intelijen itu memerlukan banyak sekali informasi dari berbagai sumber, karena itu nanti ke depan BIN akan lebih terbuka. Artinya, akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk memberikan informasi apa saja, berpartisipasi yang ada kaitannya dengan keamanan negara," kata Sutiyoso usai acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/7).

Sutiyoso juga akan melanjutkan berbagai hal yang dirintis Marciano Norman sebagai Kepala BIN sebelumnya. Ke depan bakal dibangun intelijen yang tangguh dan lebih profesional.

"Tetapi prioritas pertama adalah menambah personel, itu yang pasti, karena untuk menghadapi pilkada serentak saja ini, sebanyak 269, rata-rata satu anggota intelijen dari intelijen daerah meng-handle tiga kabupaten. Itu tidak masuk akal satu orang untuk tiga kabupaten, apalagi di luar Jawa," terang dia.

Tak hanya itu, Sutiyoso juga mewaspadai berkembangnya ajaran kelompok radikal di Indonesia. Hal itu bakal ditangkalnya dengan alat canggih.

"Salah satunya bakal datangkan alat super canggih tangkis radikalisme itu yang perlu kita waspadai, radikalisme, juga terorisme, karena mereka bisa melakukan doktrin lewat dunia maya," terang dia.

Dia menilai Indonesia merupakan negara pengguna internet maupun teknologi komunikasi terbesar nomor 6 di dunia. Dari sekian puluh juta yang menggunakan teknologi IT itu, mayoritas adalah anak-anak muda yang masih labil dan mudah untuk didoktrin.

"Tentu ke depan kita harus melakukan counter terhadap ini. Untuk melakukan itu, kita harus memiliki alat yang super canggih. Seperti apa, tentu ini masalah teknis yang enggak bisa saya jelaskan kepada kalian," jelas dia.

image0

Sementara itu, Gatot Nurmantyo menebar janji mendukung misi Presiden Jokowi untuk membentuk poros maritim dunia. Tidak ada alternatif lain untuk mewujudkannya harus mengembangkan dan menguatkan TNI AL dan AU.

"Karena dengan demikian maka seluruh wilayah nusantara ini harus bisa terpantau, bisa diamankan dan apabila terjadi hal-hal yang emergency cepat kita bereaksi," jelas Mantan KSAD itu.

Gatot mengatakan, ke depan pihaknya akan menambah kapal selam dan sejumlah pesawat. Tak hanya itu, peralatan radar juga akan disiapkan untuk memantau keamanan semuanya.

"Karena dengan poros maritim internasional kan terbuka wilayah kita. Itu yang harus dilakukan. Detailnya nanti akan saya rapatkan dengan angkatan laut," terangnya.

Selain itu, sebagai Panglima TNI baru Gatot berjanji akan melakukan diplomasi militer dengan negara-negara ASEAN. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan peran Indonesia di kancah Internasional.

"Pertama kali saya akan melakukan diplomasi militer dengan negara-negara ASEAN, agar negara-negara ASEAN bisa menjadi contoh bagaimana angkatan bersenjatanya itu bersinergi dengan baik. Kemudian mewujudkan situasi regional yang kondusif," pungkas dia.

(yd)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top