Janji, Tantangan, serta PR Terbesar Jokowi untuk Wujudkan Indonesia Maju

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Janji, Tantangan, serta PR Terbesar Jokowi untuk Wujudkan Indonesia Maju Joko Widodo saat pelantikan pada 20 Oktober 2019. (Foto: Dimas Ardian/Bloomberg)

Winnetnews.com - Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo, yang telah dikenal dengan kisahnya berangkat dari kemiskinan (sebagaimana dimuat dalam majalah gaya hidup Arab Saudi, Arrajol edisi Mei) dan berjanji untuk memperjuangkan demokrasi, memerangi korupsi yang mengakar dan memodernisasi negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, kemarin (20/10/2019) dilantik untuk masa jabatan lima tahun kedua dan terakhirnya. Jokowi berjanji untuk mengambil keputusan dan tindakan yang lebih berani.

Polisi dan Pasukan Angkatan Darat, bersama dengan kendaraan lapis baja, truk pemadam kebakaran, dan ambulans, dikerahkan untuk mengamankan ibukota Jakarta. Jalan-jalan utama ditutup mulai jadwal keberangkatan. Suasana terasa lebih santai untuk prosesi yang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia ini.

Serangan pisau oleh sepasang militan (dari jaringan teroris) yang melukai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada 10 Oktober 2019 lalu rupanya memicu peningkatan keamanan lebih ketat lagi untuk agenda pelantikan ini.

Dikenal dengan gayanya yang bersahaja, Jokowi, 58, memilih menggelar upacara yang sederhana di Parlemen yang dijaga ketat, namun tidak seperti pada pelantikannya di tahun 2014, pelantikan kali ini tanpa parade meriah dan kereta kuda yang mengangkutnya di Jakarta, di mana ia kemudian disambut semarak sorak ria oleh ribuan pendukung yang melambai. 

(Foto: Reuters)

Melansir laman thestar.com.my (21/10/2019) dalam perjalanannya ke upacara pelantikan kemarin, Jokowi keluar dari konvoinya dengan beberapa pengawal dan berjabat tangan dengan para pendukung, yang meneriakkan namanya, mengibarkan bendera merah-putih Indonesia dan memanggilnya bapak atau ayah.

"Ini adalah kedua kalinya ... yang paling penting, kita harus bekerja sama segera untuk membawa Indonesia menuju kesejahteraan," kata Jokowi kepada wartawan sebelum berangkat ke Parlemen, menambahkan bahwa dia telah selesai memilih semua anggota kabinetnya.

Para pemimpin dari negara Barat dan Asia serta utusan khusus datang menghadiri acara tersebut, termasuk Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Wakil Presiden Cina Wang Qishan.

Sebagai negara anggota blok G-20 dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia adalah benteng demokrasi di Asia Tenggara. Wilayah yang beragam dan masih berkembang secara ekonomi sejak tumbangnya rezim otoriter, zaman ‘negara polisi’ dan demokrasi yang baru lahir.

Setelah puluhan tahun kediktatoran di bawah Presiden Soeharto, Indonesia dikejutkan oleh kerusuhan politik, etnis dan agama pada akhir 1990-an dan awal 2000-an.

Sejak itu, Indonesia telah mengkonsolidasikan transisi demokrasinya. Sementara sebagian besar negara tetap miskin dan ketidaksetaraan meningkat, Indonesia adalah rumah bagi kelas menengah yang berkembang pesat.

Jokowi menampilkan dirinya sebagai pria yang dekat dengan rakyat, seringkali menekankan soal kerendah-hatian.

Menurut laman The Star, dia disamakan dengan Barack Obama, tetapi sejak menjabat presiden, banyak yang menganggap ia tak punya kemauan mendesak pertanggungjawaban yang mengancam lembaga-lembaga kuat seperti militer.

Sebaliknya Jokowi telah menekankan nasionalisme sementara juga menangkis serangan yang mengatakan ia tidak cukup taat sebagai seorang Muslim.

Jokowi dilantik bersama wakil presidennya, KH Ma'ruf Amin, salah satu tokoh agama paling penting di Indonesia, yang ia pilih sebagai calon wakil presiden untuk menopang dukungannya di kalangan Muslim konservatif.

Ma’ruf Amin, 76, adalah ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang banyak dikritik karena menjadi pendukung vokal dan penyusun fatwa yang mendiskriminasi agama minoritas dan komunitas LGBT.

Human Rights Watch mengatakan, fatwa atau dekrit semacam itu, jadi alat legitimasi retorika kebencian pejabat pemerintah yang semakin meningkat terhadap komunitas LGBT, dan dalam beberapa kasus kerap memicu kekerasan hingga pembunuhan oleh fundametalis terhadap agama minoritas.

Jokowi telah dipuji secara luas atas upayanya memperbaiki infrastruktur Indonesia yang tidak memadai dan mengurangi kemiskinan, yang menimpa hampir 0,1 persen dari 270 juta penduduk di negara yang luas ini. Namun, penekanan dan ketegasan adalah tantangan terbesar saat ini, mengingat pelambatan ekonomi global, konflik perdagangan utama, penurunan ekspor dan rintangan lain yang menghambat keuangan negara.

 

 

Sumber: The Star

 

Apa Reaksi Kamu?