Skip to main content

Jauh Dari Meriah, Ivan Gunawan Buat Rancangan Gothic Bernuansa Bali di JFW2017

Jakarta Fashion Week 2017 koleksi Ivan Gunawan Manggali
Jakarta Fashion Week 2017 koleksi Ivan Gunawan Manggali

WinNetNews.com - Artis, MC sekaligus disainer Ivan Gunawan kali ini menampilkan karyanya yang jauh dari kesan meriah di acara lomba dangdutnya di televisi. Ivan kali ini menampilkan karya berjudul Manggali yang diangkat dari tokoh Ratna Manggali, anak dari janda tokoh Rangda yang hidupnya gulana karena ikut ternista.

Manggali diwujudkan melalui 15 busana wanita dan 4 busana pria untuk deretan high-fashion yang dikerjakan dengan teknik inggil dan diciptakan hanya satu set untuk tiap disainnya. Koleksi ini ditampilkan di Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 di Fashion Tent (28/10) pukul 15:30 WIB.

Ivan mencampur bahan lace, tule dengan wool dan jacquard. Didominasi warna gelap seperti hitam dan biru kelam yang mengambarkan suasana hati Manggali, Ivan memberikan sebuah sentuhan perak pada disain.

Beberapa sentuhan sulam bermotif Bali turut menghiasi busana yang dikenakan para peragawati. Ivan juga membuat kalung choker dari bordir bermotif Bali tersebut sehingga menampakan kesan mewah. Untuk detail seperti ini Ivan juga mengajak kerjasama dengan konseptor detail G.Liem dari Surabaya.

Sementara itu Ivan juga bekerja sama dengan Bara Silver, perajin perak asal Bali untuk tusuk konde perak yang dilapisi emas dengan ukuran ekstra besar dan Subang khas Bali dengan ukuran yang lebih besar dari umumnya dan dikerjakan di Bali.

” Jadi memang asesorisnya dibuat dari perajin di Bali. Jadi asesorisnya seperti apa. Saya bikin subang dengan ukuran gigantic. Yang sangat besar. Karena saya besar diatas panggung. Saya suka kalau buat koleksi itu looknya keseluruhannya harus detail. Dari sepatu, asesoris, make up semua harus detail,” kata Ivan Gunawan di tengah press conference bersama dua disainer lain Rudy Chandra dan Musa Widhiatmojo dari APPMI DKI Jakarta di Press Lounge Fashion Tent JFW2017.

“Biasa subang ukurannya normal. Ini ukurannya gede banget. Trus saya buat tusuk konde juga ukurannya agak besar. Untuk kemasan, make up juga rambut saya bikinnya sangat modern. Looknya sangat modern. Jadi kita buat benang merah tradisional dengan kemasan yang sangat beda,” tambahnya.

Untuk karya kali ini. Buat Ivan, bukanlah hal yang mudah karena ia perlu mengerjakannya satu per satu secara detail.“ Pengerjaannya ini cukup rumit sih. Ini kurang lebih ada 3 bulan. Karena banyak sekali baju-baju yang saya buat. Jadi dasarnya itu tule tapi saya patchwork sendiri beberapa macam brokat. Satu per satu di sum. Halus. One by one. Sehingga tidak ada keliatan sambungannya. Sama sekali gitu. Jadi pengerjaannya cukup rumit,” kata Ivan ditemui Winnetnews.com usai Press Conference JFW2017 (28/10) di depan Press Lounge.

“ Walaupun sesuatu yang rumit kali ini gak full payet full crystal. Tapi dari teknik pola dan pengerjaan itu yang jadi andalan buat saya,” tandasIvan Gunawan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top