Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Brent Tertekan

Muchdi
Rabu, 13 Juni 2018 06:36 WIB
Oleh Muchdi pada Rabu, 13 Juni 2018 06:36 WIB
Image Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Brent Tertekan
ilustrasi

WinNetNews.com - Harga minyak bergerak campuran pada perdagangan Selasa. Pasalnya, investor menantikan pertemuan penting dari negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada pekan depan.

Dikutip dari situs Liputan6 dari laman Reuters, Rabu (14/6/2018), harga minyak mentah Brent berjangka yang menjadi patokan internasional merosot 66 sen ke posisi USD 75,80 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 15 sen menjadi USD 66,25 per barel.

"Penguatan dolar AS, dan pelemahan mata uang Euro memberi tekanan pada harga minyak Brent," kata Senior Ahli Strategi Pasar di RJO Futures, Phillip Streible.

Menurut laporan bulanan yang telah dirilis OPEC pada Selasa ini, ada ketidakpastian yang tinggi di pasar minyak global. OPEC dan negara penghasil minyak lainnya termasuk Rusia sudah memangkas produksi minyak sebesar 1,8 juta barel per hari sejak Januari 2017. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan permintaan pasar.

Dengan sanksi AS untuk memotong ekspor minyak Iran dan potensi penurunan lebih lanjut produksi minyak di Venezuela, Arab Saudi dan Rusia telah mengindikasikan bahwa mereka bersedia mendongkrak produksi guna menutupi kekurangan pasokan.

Sementara itu, produksi minyak AS diperkirakan naik dengan jumlah lebih rendah dari prediksi sebelumnya menjadi 11,76 juta barel per hari pada 2018, berdasarkan pernyataan Energy Information Administration (EIA) AS.

Dalam prospek energi bulanan yang diterbitkan EIA mengatakan, pertumbuhan konsumsi minyak AS pada tahun depan akan meningkat 530 ribu barel per hari menjadi 20,41 juta barel per hari. Naik dari perkiraan sebelumnya yang diharapkan meningkat 500 ribu barel per hari menjadi 20,38 juta barel per hari.

Namun demikian, OPEC memproyeksikan ada ketidakpastian di semester II 2018. Pada Senin lalu, Menteri Energi Irak mengatakan, produsen minyak seharusnya tidak dipengaruhi tekanan untuk memompa lebih banyak produksi minyak.

Meski begitu, banyak analis berharap OPEC akan menaikkan produksi minyak. "Jika mereka ingin bertanggung jawab untuk pasar minyak global, berdasarkan jumlah (permintaan), mereka harus meningkatkan produksi setidaknya 1 juta barel per hari dari level saat ini," ucap PVM Oil Associates Strategis, Tamas Varga.

Wow…!!! 5 Olahraga Ini Aneh Dan Unik
Trump Kecam Uni Eropa Terkait Denda untuk Google

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.