Jenis Bom yang Digunakan oleh Pelaku Pemboman di Kartasura

Daniel
Daniel

Jenis Bom yang Digunakan oleh Pelaku Pemboman di Kartasura Bom di depan Pos Kartasura

Winnetnews.com - Terduga pelaku bom bunuh diri di pos pantau Kartasura, Rofik Asharudin, menggunakan jenis bom pinggang untuk melaksanakan aksinya. Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang juga jadi satu-satunya korban mengalami luka pada bagian pinggang dan juga tangannya.

Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, bom yang dibawa oleh pelaku tersebut memang memiliki daya ledak yang kecil. Dampaknya baru bisa terasa ketika si pelaku memeluk target, dan tidak bisa berada jauh dari target pemboman seperti yang ia lakukan.

“Ketika terjadi ledakan, yang melukai yang bersangkutan adalah sebagian perut dan tangan sebelah kanan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri.

Pada saat melakukan penggeledahan rumah korban yang ternyata tidak jauh dari lokasi, Tim Densus 88 menemukan sejumlah barang bukti seperti plastik berisi belerang sebanyak dua buah, sebuah plastic berisi potassium florat, hingga arang dalam sebuah boks plastik.

Sementara itu Peneliti Kajian Stratejik Intelejen Universita Indonesia, Ridlwan Habib, menilai pelaku pemboman termasuk dalam kelas amatir atau lone wolf. “Serangan itu dilakukan oleh remaja yang tidak memiliki kaitan langsung dengan jejaring lama, istilahnya milenial lone wolf. Bahan (peledak) low explosive dari ramuan mercon, lalu diikat asal-asalan di perutnya. Pelaku bukan perakit bom yang berpengalaman,” jelas Ridlwan.

 

 

Penulis : Daniel
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana

Apa Reaksi Kamu?