Jerawat Bisa Jadi Pemicu Depresi?
ilustrasi

Jerawat Bisa Jadi Pemicu Depresi?

Rabu, 7 Apr 2021 | 09:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Munculnya jerawat sering menganggu bagi banyak orang. Jerawat kerap juga membuat sebagian orang menjadi kurang percaya diri. Akibatnya, tidak jarang banyak orang yang menjadi sangat stres akibat munculnya jerawat di wajah. Namun, adakah hubungan antara jerawat dan depresi? Apakah jerawat merupakan pemicu depresi? Begini penjelasannya.

Benarkah jerawat bisa jadi pemicu depresi?

Hubungan antara jerawat dan depresi telah lama diteliti, terutama pada remaja. Akan tetapi, beberapa ahli menghubungkan munculnya gejala depresi dengan obat-obatan khusus untuk jerawat seperti isotretinoin.

Namun, sebuah penelitian di British Medical Journal melaporkan bahwa obat itu sendiri mungkin tidak memiliki keterkaitan dengan depresi. Sementara peneliti Swedia melaporkan bahwa jerawat bisa meningkatkan risiko depresi dan percobaan bunuh diri.

Hal ini dikarenakan jerawat adalah masalah penampilan wajah, yang sering membuat orang kurang percaya diri atau malu dengan jerawat di wajahnya.

Orang yang memiliki jerawat biasanya akan mencari berbagai cara untuk menghilangkannya. Bila ia tak kunjung menemukan cara yang tepat, ia pun akan terus memikirkan bagaimana jerawat-jerawat ini berpengaruh dalam kehidupannya sehari-hari. Akhirnya, inilah yang bisa menjadi pemicu depresi.

Terutama di masa remaja, penampilan mungkin menjadi hal yang penting. Adanya jerawat sering membuat orang mengolok-olok dan mengundang kecemasan tersendiri baginya tentang penilaian orang lain. Jika dibiarkan berlarut-larut, jerawat yang tadinya merupakan masalah kulit bisa berkembang jadi pemicu depresi, yang merupakan sebuah masalah kesehatan mental.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...