Jika Ahok Jadi Bos Pertamina, Gajinya Bisa Capai Rp3 Miliar per Bulan
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jika Ahok Jadi Bos Pertamina, Gajinya Bisa Capai Rp3 Miliar per Bulan

Sabtu, 16 Nov 2019 | 19:00 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok digadang-gadang akan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Kabarnya, meski bukan di posisi pengambil keputusan, namun perannya akan cukup penting seperti melakukan pengawasan hingga memberikan masukan ke Dewan Direksi.

Jika akhirnya nanti Ahok benar masuk ke jajaran elit BUMN, lantas berapa kira-kira pundi yang akan masuk ke rekening Ahok sebagai gaji tiap bulannya di Pertamina?

Mengutip laman Kumparan (16/11/2019), menurut Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN, penghasilan Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas BUMN setara 45 persen dari gaji Direktur Utama. 

Di samping itu, Dewan Komisaris BUMN memperoleh tunjangan berupa Tunjangan Hari Raya (THR), tunjangan transportasi (bisa diganti dengan fasilitas mobil dinas), dan asuransi purna jabatan. Komisaris juga diberikan fasilitas kesehatan dan fasilitas bantuan hukum. Tak lupa, Komisaris Utama BUMN akan menerima bonus tahunan sebesar 45 persen dari tantiem yang diterima Direktur Utama.

Dikutip dari laporan keuangan Pertamina tahun 2018 (audited), total gaji dan imbalan lainnya (termasuk bonus) dalam setahun untuk 11 Direksi dan 7 Komisaris Pertamina sebesar USD 47,273 juta atau setara Rp 661,82 miliar (kurs USD 1 = Rp 14.000).

Dari data tersebut, jika dilakukan perhitungan rata-rata dengan asumsi setiap individu menerima sama rata, maka penghasilan untuk Direksi dan Komisaris BUMN bisa Rp 3,064 miliar per bulan atau Rp 36,768 miliar dalam setahun.

Presiden Jokowi membenarkan, Ahok akan mengisi pos pimpinan di BUMN.

“Kita tahu kinerjanya. Nanti penempatannya di mana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN,” kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11).

Menteri BUMN Erick Thohir, tak membantah jika Ahok akan ditempatkan di salah satu perusahaan milik negara. Namun, dia masih tak mau komentar saat ditanya apakah Ahok akan menjadi Komisaris Utama Pertamina.

"Saya tidak bisa komen," kata Erick.

Masih dari Kumparan, Erick menyebut alasannya memilih Ahok kemungkinan menjadi salah satu pimpinan di BUMN adalah karena perusahaan pelat merah yang jumlahnya mencapai 142 itu membutuhkan figur pendobrak, terutama di bidang energi dan membuka lapangan kerja.

"Enggak mungkin 142 perusahaan dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan yang memang punya track record pendobrak, tidak artinya salah dan benar, tapi untuk mempercepat yang sesuai diarahkan," tuturnya.

Erick mengatakan apakah Ahok akan masuk atau tidak di salah satu perusahaan BUMN, akan tergantung dari hasil Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin langsung Presiden Jokowi.

"Segera, mungkin awal Desember (penetapan)," kata Erick.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...