JK Berikan Lampu Hijau untuk Rapimnas Ical dan Penguatan Wantim Golkar

JK Berikan Lampu Hijau untuk Rapimnas Ical dan Penguatan Wantim Golkar

Sabtu, 23 Jan 2016 | 16:11 | kontributor

WinNetNes.com - Kubu Aburizal Bakrie malam ini akan melangsungkan Rapimnas Golkar dengan salah satu agendanya membahas persiapan Munas. Bila kubu Agung Laksono menolak Rapimnas ini, namun tidak begitu dengan para sesepuh termasuk Jusuf Kalla.

JK memberi lampu hijau bagi kubu Ical untuk menyelenggarakan Rapimnas dan juga akan mempertimbangkan hasilnya. Tak ada penolakan, ataupun permintaan agar Ical membatalkan Rapimnas itu.

"Kita memahami soal waktu, tapi (Rapimnas) ini harus dilaksanakan juga jadi kami menungu hasil Rapimnas yang baik dan kita harapkan ini tercapai," kata JK usai pertemuan di rumahnya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2016).

JK tak menganggap ilegal Rapimnas Ical. Dia hanya berharap bahwa forum DPP dan DPD Golkar versi Ical berlangsung secara demokratis dan menghasilkan keputusan yang muaranya tetap pada persatuan Golkar.

"Kita percaya teman-teman daerah juga jauh lebih ingin untuk bersatu karena kalau tidak ada persatuan itu juga di daerah itu akan terjadi daerah itu tidak bisa jadi anggota DPR, bupati, gubernur," ucap Wapres RI itu.

 

JK juga memaklumi absennya Ical di rapat tim transisi. Menurutnya, Ical juga menginginkan persatuan di tubuh Golkar, hanya saja beda pemahaman dalam masalah teknisnya.

"Saya sudah berkomunikasi dengan saudara Ical dengan baik, pengurus lainnya juga semua memiliki keinginan yang sama untuk bersatu. Jadi pada dasarnya masalah yang kita hadapi tinggal masalah teknis. Dan masalah teknis itu akan dikawal oleh teman-teman ini yang senior, yang tidak mempunyai kepentingan apa-apa lagi dalam artian politik," kata JK.

Selain soal Rapimnas, JK juga memberi lampu hijau soal wacana penguatan Dewan Pertimbangan (Wantim) yang sedang digogok kubu Ical. Bila revisi AD/ART bisa dilakukan di Munas, maka penguatan itu diperbolehkan.

"AD/ART mengatakan perubahan-perubahan itu boleh Munas. Terserah. Kalau nanti munas, bukan rapimnas. Kalau munas memutuskan mengubah, silakan. Tidak ada halangan, boleh," ucapnya.

Wacana penguatan Wantim ini merebak bersamaan dengan kabar adanya tukar posisi kepemimpinan di kepengurusan Munas Bali. Salah satu opsi yang muncul adalah Ical mundur dari jabatannya sebagai ketum dan kemudian duduk sebagai ketua Wantim yang kewenangannya sudah diperkuat.

"Kalau Bang Ical mau mundur, tapi kewenangan wantim lebih besar. Ada wacana seperti itu," kata Waketum Golkar hasil Munas Bali, Ahmadi Noor Supit saat dihubungi, Sabtu (23/1/2016).

Sumber: Detik 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...