Jogja Air Show: Wika Sang Penjelajah Langit

Jogja Air Show: Wika Sang Penjelajah Langit

Sabtu, 26 Mar 2016 | 18:05 | Rusmanto
WinNetNews.com - Wika Milanti Ayuningtyas (24) jatuh ke laut saat beraksi di Jogja Air Show 2016. Penerjun payung itu meninggal dunia setelah terhempas di ombak laut selatan.

Baca juga: Jogja Air Show: Identitas Penerjun Wanita yang Jatuh di Laut

Saat ditelusuri di media sosial Instagram, Sabtu (26/3/2016), Wika memiliki sebuah akun dengan nama Wika Ayuningtyas. Dia mendeskripsikan dirinya sebagai Skydiver dengan postingan sebanyak 218.

Foto terakhir yang diunggahnya yaitu 18 Maret 2016 dengan caption 'Persiapan Pameran Dirgantara Jogja Air Show 2016 di Jogja City Mall". Wika tampak berpose dengan seorang lelaki dan seorang perempuan yang mengenakan jilbab. Latar belakang mereka yaitu pesawat aeromodeling berwarna merah dan putih.

Kemudian di postingan kedua, Wika mengunggah sebuah video pendek ketika tengah menjelajah langit Yogyakarta. "Menjelajah langit Jogja," demikian caption yang ditulis Wika di video pendek itu.

Dalam video itu, tampak Wika memperlihatkan 3 penerjun payung yang melayang-layang dengan gumpalan awan yang menghiasi langit. Sudut pandang video itu memperlihatkan yang mengambil video juga sedang terjun.

Wika juga menunjukkan daratan Yogyakarta dengan penampakan jalan dan bangunan-bangunan yang terlihat kecil. Di akhir videonya, Wika memperlihatkan ketika parasutnya mengembang.

Menilik postingan lainnya pada 20 Februari 2016, Wika terlihat berpose dengan prajurit Paskhas Denhanud 474. Wika yang telah mengenakan kostum penerjunnya itu terlihat tersenyum di antara para prajurit. Ada pula ketika Wika tengah beraksi terjun tandem dengan latar belakang langit yang berhias awan.

Salah satu postingan yang terlihat keren yaitu 2 April 2015. Saat itu Wika tengah berpose melompat ke luar dari pesawat dengan latar belakang pantai selatan Yogyakarta.

Wika meninggal dunia usai terjun di laut selatan Yogyakarta usai terjatuh saat melakukan aksi terjun payung. Danlanud Adisutjipto Marsma Imran Baidirus menjelaskan kondisi cuaca dan angin saat itu normal.

Para penerjun turun dari ketinggian 6000 feet. Dan ketika Wika terpisah dari rekan-rekan penerjun lain dan landing di air, dia telah menjalankan prosedur.

"Di ketinggian 4 meter sebelum air, dia sudah cut away (parasut)," kata Imran.

Namun Wika jatuh di puncak gulungan ombak dan sempat tergulung gelombang. Setelah berhasil dievakuasi, Wika menghembuskan nafas terakhirnya di RS Rachma Husada Jalan Parangtritis, Bantul pukul 09.10 WIB.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...