(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Joko Widodo Terkait OTT Pejabat dan Kepala Daerah: Hati-hati Kelola Uang Negara

Karna H.
Karna H.

Joko Widodo Terkait OTT Pejabat dan Kepala Daerah: Hati-hati Kelola Uang Negara Presiden Joko Widodo di Kalimantan Selatan/Biro Setpers Istana Negara

WinNetNews.com – Situasi dan kondisi belakangan ini atas banyaknya pejabat, terutama Kepala Daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. Bukan itu saja, Presiden juga memberikan tanggapannya atas langkah penegakan hukum yang telah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

“Kalau ada bukti-bukti, ada fakta-fakta hukum, kemudian memang ada yang ketangkap, ya ditangkap,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di sela-sela acara pembagian sembako dalam kunjungannya ke Pasar Baru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (15/09/2017).

Karena itu, seperti dilansir dari keterangan resmi, Presiden menegaskan bahwa yang pertama agar berhati-hati dalam mengelola keuangan negara.

“APBD dan APBN adalah uang rakyat,” ujar Presiden.

Yang kedua, terkait dengan gratifikasi, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar hati-hati.

“Semuanya hati-hati,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui dalam dua hari terakhir, KPK telah melakukan OTT di Sumatra Utara terhadap AZ, karena diduga menerima gratifikasi. Sementara itu kemarin, kembali KPK melakukan OTT terhadap IR, terkait dengan proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Sebelumnya, KPK juga melakukan OTT terhadap Wali Kota berinisial SM, dan Bupati berinisial AS. Semuanya terkait dengan gratifikasi dari pihak ketiga.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});