Jokowi Ancam Reshuffle, Pakar Sebut Posisi Nadiem Terancam
Foto: Wikipedia

Jokowi Ancam Reshuffle, Pakar Sebut Posisi Nadiem Terancam

Selasa, 30 Jun 2020 | 09:50 | Anggara Putra Utama

Winnetnews.com -  Presiden Jokowi mengancam akan me-reshuffle jajaran menterinya yang dinilai tidak efektif bekerja terkait penanganan pandemi Covid-19.

Menanggapi ramainya pernyataan presiden tersebut, pakar intelijel Stanislaus Riyanta mengatakan posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tidak aman. Menurutnya, ada sejumlah faktor termasuk besar atau kecilnya tekanan dari berbagai pihak yang memiliki pengaruh.

"Nadiam Makarim ini pertentangannya luar biasa, tergantung tekanan. Kalau tekanannya tinggi, bisa jadi tidak aman," kata Stanislaus dikutip dari Tagar, Senin, (22/6).

Stanis menilai Nadiem merupakan pertaruhan Jokowi. Penunjukannya dianggap sebagai lompatan yang cukup ekstrem. Mengingat Mendikbud sebelumnya selalu dijabat tokoh senior.

Di luar konteks politik, Stanis juga menilai kinerja Nadiem sebagai Mendikbud belum terlihat.

"Nadiem mau menjalankan program kerja, ternyata tiba-tiba ada pandemi Covid-19, terpaksa harus menjalani protokol kesehatan di bidang pendidikan, mau enggak mau," ungkap Stanis.

 "Dia diuntungkan situasi ini, karena dia memang ahlinya teknologi. Ketika kita dipaksa menerapkan protokol kesehatan, mau enggak mau kan harus menggunakan teknologi. Dia tertolong situasi ini sebenarnya," sambugnya.

Sebelumnya, Sekretariat Presiden mengunggah video sidang kabinet paripurna yang digelar 18 Juni 2020. Dalam video tersebut, Jokowi menyampaikan kekecewaannya pada jajaran menteri dikarenakan tidak adanya kemajuan yang signifikan terkait dengan penanganan pandemi Covid-19. Jokowi menegaskan para menterinya untuk dapat bekerja di luar standar.

"Kita harus mengerti ini. Jangan biasa-biasa saja. Jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali ini. Dan, saya melihat bapak dan ibu menganggap ini masih normal," ujar Jokowi.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...