Jokowi Bertemu Alumni 212, Ratna Sarumpaet Kembali Nyinyir
Sumber foto : Istimewa

Jokowi Bertemu Alumni 212, Ratna Sarumpaet Kembali Nyinyir

Kamis, 26 Apr 2018 | 20:21 | Oky

Winnetnews.com - Ratna Sarumpaet menanggapi soal pertemuan alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan di akun Twitternya, @RatnaSpaet, Kamis (26/4/2018).

Berawal dia menanggapi cuitan @HukumDan yang mengatakan jika sebelum pertemuan tertutup semua handphone di sita pihak istana.

Namun ada foto yang tersebar setelah pertemuan alumni 212 dan Jokowi.

@HukumDan: Sebelum Pertemuan Tertutup .semua Hp di sita pihak Istana. Masih dalam pertemuan. Foto foto bertebaran di medsos .
#eh koq penyebar bisa begitu. Lain kali jangan mau di kibulin pertemuan tertutup.
#Istanasebarfoto

Ratna menanggapi jika Ulama 212 diajak merapatkan barisan dan melawan.
Dia mengatakan jika mendatangi istana adalah kesalahan besar.

Lantaran dia beranggapan di istana krimilisasi ulama dan aktivis dirancang.
Ratna Sarumpaet mengaku mereka adalah korban termasuk dirinya.

Dia mengatakan tidak perlu dibela dengan meladeni rencana istana dan Ratna Sarumpaet mengaku ikhlas.

@RatnaSpaet: Kpd pr ulama 212 yth. Mari rapatkan barisan, d mlawan. Mdatangi Istana dimana kriminalisasi ulama d aktivis dirancang adl KELIRU BESAR apalagi mengatas namakan korban, tanpa seizin pr korban. Aku 1 dr korban. Aku tidak perlu dibela dg meladeni rencana kotor Istana. Aku ikhlas ...

Dikutip dari Kompas.com, tim 11 Ulama Alumni 212 membenarkan telah melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Minggu (22/4/2018).

Ketua Tim 11 Ulama Alumni 212, Misbahul Anam mengungkapkan, pertemuan itu bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait kasus-kasus kriminalisasi para ulama dan aktivis alumni 212.

"Pertemuan tersebut diharapkan agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212, serta mengembalikan hak-hak para ulama dan aktivis 212 korban kriminalisasl sebagai warga negara," ujar Misbahul dalam konferensi pers di Restoran Larazeta, Jakarta, Rabu (25/4/2018), dilansir dari Kompas.com.

Di sisi lain, ia menyesalkan bocornya foto dan berita pertemuan itu. Anam menduga ada pihak ketiga yang ingin mempertentangkan Presiden Jokowi dengan alumni 212.

Sedangkan, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Martak mengungkapkan, pertemuan itu juga membahas adanya ketidakadilan dalam proses hukum terhadap para ulama dan aktivis 212.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...