Jokowi Cap-Cip-Cup Dewan Pengawas KPK, ICW Tolak Semua Konsep Pemerintah
Joko Widodo (foto: Katadata)

Jokowi Cap-Cip-Cup Dewan Pengawas KPK, ICW Tolak Semua Konsep Pemerintah

Kamis, 7 Nov 2019 | 11:32 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Baru-baru ini Presiden Joko Widodo mengatakan jika pemerintah sedang mempertimbangkan nama-nama Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Mengetahui ini, Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak seluruh konsep Dewas KPK.

“ICW pada dasarnya menolak keseluruhan konsep dari Dewan Pengawas,” kata salah satu peneliti ICW Kurnia Ramadhana, dikutip dari Detik News, Kamis (06/11).

image0
Kurnia Ramadhana (foto: Merdeka.com)

Menurut Kurnia, KPK merupakan lembaga independen dengan sistem pengawasan. Pengawasan yang dimaksud oleh Kurnia sudah dilakukan KPK dengan baik dengan Deputi Pengawas Internal dan diawasi oleh BPK hingga DPR.

“Secara teoritik KPK, masuk dalam rumpun lembaga negara independen yang tidak mengenal konsep lembaga Dewan Pengawas. Sebab yang terpenting dalam lembaga negara independen adalah membangun sistem pengawasan, hal itu sudah dilakukan KPK dengan adanya Deputi Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat. Bahkan, kedeputian tersebut pernah menjatuhkan sanksi etik pada dua pimpinan KPK, yakni Abraham Samad dan Saut Situmorang,” lanjutnya.

“Lagipula, dalam UU KPK sudah dijelaskan bahwa KPK diawasi oleh beberapa lembaga, seperti DPR, BPK, dan Presiden. Pengawasan apa lagi yang diinginkan negara?” celetuknya kemudian.

Selain itu, Kurnia menilai jika kewenangan Dewan Pengawas terlalu berlebihan. Ia menganggap bahwa Dewan Pengawas digunakan oleh pemerintah untuk mengintervensi KPK.

“Kewenangan Dewan Pengawas sangat berlebihan. Bagaimana mungkin tindakan pro justicia harus meminta izin Dewan Pengawas? Sementara di saat yang sama justru kewenangan Pimpinan KPK, sebagai penyidik dan penuntut malah dicabut oleh para pembuat peraturan. Adanya Dewan Pengawas ini ditakutkan sebagai bentuk intervensi terhadap proses hukum yang berjalan di KPK,” ucap Kurnia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...