'Jokowi Efek' Baru Terasa 3 Bulan Lagi

'Jokowi Efek' Baru Terasa 3 Bulan Lagi

Paket kebijakan untuk menggenjot perekonomian Indonesia kemaren di luncurkan oleh Presiden Joko Widodo. Banyak yang menilai dampaknya tidak bisa dirasakan dalam waktu dekat.

Direktur Finance dan Strategy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pelaku pasar keuangan butuh waktu panjang untuk merespons paket stimulus yang diluncurkan pemerintah kemarin itu.

"Stimulus pemerintah kan juga nggak cepat, butuh waktu, paling cepat tiga bulan. Pemerintah sekarang lebih realistis, berbeda dengan di awal pemerintahan yang saya bilang over optimis bahwa ekonomi baik-baik saja. Jadi masyarakat harus sabar, jangan pesimis terus," kata pria yang biasa disapa Tiko itu di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Lesunya perekonomian Indonesia, ditambah dengan mata uang rupiah yang makin melemah terhadap dolar Amerika Serikat, membuat masyarakat khawatir krisis ekonomi 1998 terulang.

Tiko beranggapan, sentimen negatif dan rasa pesimis masyarakat saat ini karena dibumbui isu politik. Secara fundamental, ekonomi Indonesia jauh lebih kuat daripada krisis 2008, apalagi resesi ekonomi tahun 1998.

"Ekonomi dunia semua melambat. Lagi resesi semua, namanya ekonomi nggak pernah turun terus, pasti naik lagi pada waktunya. Pesimisnya global, bukan cuma nasional. Karena ditambah bumbu politiknya, orang jadi heboh, padahal murni ekonomi. Jadi dibumbui politik ini yang buat masyarakat pesimis terus," jelasnya.

Ia menambahkan, masa sulit yang tengah dihadapi Indonesia saat ini sebenarnya masih jauh lebih baik ketimbang negara tetangga.

"Kalau ngomong dari sisi fundamental, Thailand sama Malaysia lebih dalam jatuhnya," ujarnya.