Skip to main content

Jokowi: Fundamental Baik, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,44% di Kuartal IV-2015

Jokowi: Fundamental Baik, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,44 di Kuartal IV-2015
Jokowi: Fundamental Baik, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,44 di Kuartal IV-2015

Presiden Joko Widodo mengakui bahwa ekonomi saat ini memang melambat. Namun, Presiden optimistis kondisi perekonomian Indonesia akan membaik di akhir tahun ini. Basis atau fundamental perekonomian yang kuat bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2015 mencapai 5,44%.

Pemerintah ingin mereformasi atau mengubah basis ekonomi Indonesia, dari konsumsi menjadi produksi. Dorongan sektor produksi akan diperbesar ketimbang konsumsi yang terjadi selama ini. "Kalau tidak kita ubah, maka ekonomi Indonesia malah makin bahaya. Sekarang kondisi ini memang pahit, tapi ya harus kita jalani," ujar dia. Tidak mungkin saat ini untuk meminjam uang kemudian uang itu dihamburkan untuk konsumsi. "Kalau kita pinjam uang, ya uang itu kita gunakan untuk hal-hal yang produktif, yang punya nilai tambah. Bukan malah untuk beli mobil dan bermewah-mewah," ujar dia.

Perlambatan ekonomi tak hanya dialami oleh Indonesia, namun juga negara lain. Perlambatan ekonomi Indonesia sudah terjadi sejak 2012, saat harga-harga komoditas turun. Kondisi ini menghantam ekspor yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi negara. "Saat harga komoditas tinggi, kita lupa melakukan hilirisasi dan industrialisasi. Setelah harga jatuh, semua kaget," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung soal krisis utang di Yunani, dan pelemahan perekonomian global. Kondisi ini ikut menekan perekonomian di dalam negeri. Terutama lewat lemahnya permintaan ekspor dari negara lain. Jokowi meyakini, daya saing Indonesia masih baik. untuk menggenjot daya saing, Jokowi juga akan mengebut proyek-proyek infrastruktur yang sudah direncanakan.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga meminta para pengelola media untuk membantu meningkatkan perekonomian Indonesia. "Beritakanlah yang baik-baik. Karena persepsi negatif itu terjadi ya karena media juga memberitakan hal-hal yang negatif," ujar Jokowi sembari meminta media memberitakan secara proporsional demi bangsa dan negara. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top