Jokowi Soal Ibu Kota Baru: Pulau Jawa Sudah Kepayahan
Presiden RI Joko Widodo [foto: Antara/Puspa Perwitasari]

Jokowi Soal Ibu Kota Baru: Pulau Jawa Sudah Kepayahan

Jumat, 7 Feb 2020 | 10:49 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini memaparkan gambaran baru tentang pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Penajam Paser, Kalimantan Timur. Ia menyinggung tentang besarnya beban yang harus ditanggung Pulau Jawa, khususnya DKI Jakarta.

Menurut Jokowi, populasi di Pulau Jawa saja sudah mencapai 149 juta jiwa. Angka tersebut bahkan merupakan 54 persen dari total 264 juta jiwa yang menghuni bumi Nusantara ini.

“Kami harapkan peripindahan ibu kota perlu saya sampaikan bukan karena apa-apa, namun memang beban di Pulau Jawa ini sudah sangat berat,” kata Jokowi saat ditemui di Ballroom Hotel Aston Kartika, Tomang, Tanah Abang, dilansir dari Suara.com, Jumat (07/02).

“Coba bayangkan jika 54 persen penduduk Indonesia dari 264 juta jiwa tumpahnya hanya di Jawa saja,” lanjut Jokowi.

Selain itu, Jokowi menjelaskan bahwa sebanyak 58 persen pergerakan ekonomi ada di DKI Jakarta. Ini membuat pemerataan ekonomi tidak bisa menyeluruh. Jakarta sudah waktunya lepas dari belenggu ‘kota pusat pemerintahan’.

Lebih lanjut, Jokowi menginginkan agar Indonesia punya dua magent seperti di Amerika Serikat dan Australia. Di Amerika Serikat, ada dua kota besar, yakni Washington DC sebagai pusat pemerintahan dan New York sebagai kota bisnis. Sementara di Australia ada Sydney dan Canberra.

“Oleh sebab itu, Jokowi berkeinginan kera suntuk membangun pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begini, perkonomian tidak hanya akan bertumpu pada Jakarta.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...