Jokowi Teken Aturan Baru: PNS yang Bolos 10 Hari Beruntun Akan Dipecat
Presiden Joko Widodo

Jokowi Teken Aturan Baru: PNS yang Bolos 10 Hari Beruntun Akan Dipecat

Rabu, 15 Sep 2021 | 12:58 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken meneken Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 31 Agustus 2021.

Salah satu yang tertuang dalam aturan tersebut adalah hukuman atau sanksi disiplin kepada PNS jika melanggar kewajiban. Adapun sanksi yang diberikan ringan, sedang hingga berat.

"Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara kumulatif selama 28 (dua puluh delapan) hari kerja atau lebih dalam 1 (satu) tahun," bunyi pasal 11 ayat (2) huruf d angka 3 PP Nomor 94 Tahun 2021.

Selain itu, PNS yang tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut juga akan mendapat sanksi pemecatan. Namun, pemberhentiannya dilakukan dengan hormat.

Sanski berat yang diberikan juga dapat berupa penurunan jabatan satu tingkat selama 12 bulan jika bolos selama 21-24 hari setahun. Apabila tidak masuk selama 25-27 hari dalam setahun, akan dibebaskan dari jabatan pelaksana selama 12 bulan.

Sementara sanksi sedang berupa pemotongan tunjangan kinerja 25 persen selama 6 bulan diberikan kepada ASN yang tidak masuk kerja 11-13 hari dalam satu tahun.

Sanksi yang sama juga akan diberikan namun dalam kurun waktu 9 bulan untuk ASN yang tidak masuk kerja 14-16 hari setahun. Kemudian untuk yang bolos 17-20 hari, akan diberi sanksi pemotongan tukin 25 persen selama 12 bulan.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...