Jokowi Temui Ulama 212, Ratna Sarumpaet Kembali Nyinyir
Sumber foto : Istimewa

Jokowi Temui Ulama 212, Ratna Sarumpaet Kembali Nyinyir

Senin, 30 Apr 2018 | 02:45 | Oky

Winnetnews.com - Seniman Ratna Sarumpaet turut angkat bicara menanggapi pertemuan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut ia ungkapkan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Kamis (26/4/2018).

Ratna Sarumpaet meminta para ulama 212 untuk bersatu. Ia juga meminta agar para ulama merapatkan barisan dan melawan.

Menurutnya, mendatangi istana merupakan sebuah kekeliruan yang besar.
Terlebih jika para ulama mengatas namakan korban.

Ratna Sarumpaet pun mengaku jika dirinya termasuk korban. Meski demikian itu mengatakan tidak perlu dibela dan ikhlas.

Ratna Sarumpaet @RatnaSpaet
Kpd pr ulama 212 yth. Mari rapatkan barisan, d mlawan. Mdatangi Istana dimana kriminalisasi ulama d aktivis dirancang adl KELIRU BESAR apalagi mengatas namakan korban, tanpa seizin pr korban. Aku 1 dr korban. Aku tidak perlu dibela dg meladeni rencana kotor Istana. Aku ikhlas...

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu dengan Persaudaraan Alumni 212 di salah satu masjid Bogor, Selasa (24/4/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih yang dipadukan dengan celana panjang dan peci berwarna hitam.
Tak ketinggalan, Jokowi juga mengenakan pin presiden yang tersemat di bagian dada kanan kemeja putihnya.

Di foto yang kini tengah menjadi viral tersebut, Jokowi didampingi 6 orang Alumni 212.

Di antara yang menemani Jokowi adalah Juru Bicara FPI sekaligus Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif, Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis, Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam, dan Anggota Dewan Pembina GNPF Yusuf Marta.

Menurut Jubir PA 212, Novel Bamukmin mengatakan pertemuan antara pihaknya dengan Jokowi adalah untuk membahas sejumlah hal yang menjadi isu nasional, termasuk soal Pilpres 2019.

Meskipun begitu, Novel Bamukmin juga mengatakan jika pertemuan tersebut adalah pertemuan lanjutan untuk mencari solusi dari pertemuan sebelumnya yang diadakan pada Juni 2017.

Pada Juni 2017, yang menjadi topik pembicaraan adalah terkait kriminalisasi ulama, aktivis, dan sebagainya.

Sementara itu, Fadli Zon sebagai salah satu anggota dari partai oposisi mengatakan jika dirinya mengapresiasi pertemuan antara Jokowi dengan PA 212.
Menurut Fadli Zon, dalam pertemuan tersebut, PA 212 juga menanyakan soal janji-janji Jokowi.

"Saya belum tahu hasilnya seperti apa, nanti kita lihat saja. Tapi yang namanya dialog sangat bagus, apalagi bisa disampaikan secara langsung, dijawab juga secara langsung, menurut saya sih bagus-bagus saja," kata Fadli Zon, Rabu (25/4/2018).

"Saya mendapatkan informasi dari pertemuan itu dari PA 212 juga menanyakan apa yang menjadi janji-janji Pak Jokowi terutama terkait dengan akan menghentikan kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh-tokoh yang terkait aktivis 212 itu," imbuhnya.

Meski demikian, Fadli Zon juga menyebut jika pertemuan itu sedikit terlambat.

"Ya mungkin agak sedikit terlambat sih, harusnya dari dulu-dulu dong. Jangan baru mau Pemilu kemudian mendekati dan kemudian berusaha meyakinkan. Kenyataannya apa yang sudah terjadi, sudah terjadi begitu," sambungnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...