Jokowi: Titik Api Sudah Mulai Muncul, Segera Antisipasi!

Jokowi: Titik Api Sudah Mulai Muncul, Segera Antisipasi!

Selasa, 19 Jan 2016 | 10:31 | kontributor

WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, titik api yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan sudah mulai muncul kembali. Dia meminta seluruh pihak terkait segera bergerak untuk mengantisipasi.

Namun Jokowi tidak menyebutkan lokasi titik api yang terpantau muncul tersebut. Sebelumnya Jokowi memang menekankan pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar peristiwa kabut asap parah tidak terulang lagi seperti tahun 2015. Karena itu pendeteksian dini dan upaya pencegahan sangat penting.

Dia pun meminta semua pihak, terutama petinggi TNI dan Polri di wilayah yang rentan kebakaran hutan untuk menjadi garda terdepan dalam penanggulangan masalah itu. Jika para petinggi TNI dan Polri di wilayah tersebut tidak mampu mengendalikan kebakaran hutan, maka akan dicopot dari jabatannya.

"Tahun 2016 kita harus betul-betul belajar dari tahun 2015. Kita harus tangani tahun ini lebih baik, lebih sigap, lebih di pencegahan. Jangan biarkan api membesar. Tidak ada pilihan lain," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (18/1). Dia menyampaikan itu di hadapan ratusan petinggi TNI dan Polri dari wilayah rentan kebakaran hutan dan lahan, mulai dari Kodam, Kodim, Korem, Polda, Polres dan Polsek. Hadir juga para pemangku kepentingan lain mulai dari BMKG, BPPB dan pejabat pemerintah daerah.

 

"Saya sudah janjian sama Kapolri dan Panglima TNI, ada reward and punishment. Yang terbakar semakin banyak, semakin gede, ganti, copot! Dari atas sampai ke bawah. Yang baik, tentu saja dipromosi. Ini kita kerja betul-betul kerja. Karena kemarin kita hampir di tiap lapangan. Jika pelaksanaan kurang, sampaikan ke BNPB. Karena BNPB enggak punya pasukan. Yang punya pasukan di TNI dan Polri. Gubernur backup anggaran, bupati, wali kota backup anggaran. Janjian saya dengan Panglima TNI dan Kapolri itu," sambungnya.

Jokowi juga telah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk memperbaiki dan menata ekosistem. Badan non struktural yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden ini selama 5 tahun ke depan direncanakan bisa memulihkan kurang lebih 2 juta hektare. Masa tugas BRG akan habis pada 31 Desember 2020.

"Kita juga harus lakukan perbaikan dan penataan ekosistem. Sekarang sudah punya Badan Restorasi Gambut. Langsung bekerja. Karena ini juga dilihat internasional," kata Jokowi.  

(Disadur dari Detik)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...