Jokowi Umumkan Cawapres, Pasar Waspadai Profit Taking

Jokowi Umumkan Cawapres, Pasar Waspadai Profit Taking ilustrasi

WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo mengumumkan akan maju dalam pemilihan presiden periode 2019-2024. Jokowi menggandeng ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin untuk menjadi calon wakil presidennya.

Menanggapi hal tersebut, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan aksi jual beli di pasar saham dipengaruhi oleh sentimen global. Namun tak menutup kemungkinan ada sentimen dari dalam negeri.

Kemudian, Reza menjelaskan untuk perdagangan di bursa saham, setelah pengumuman calon presiden dan calon wakil presiden belum bisa diprediksi. Hal tersebut karena politik merupakan sesuatu yang tak bisa diperkirakan. 

"Tidak berani perkirakan bagaimana pasar besok. Yang jelas, antisipasi saja adanya aksi profit taking," kata Reza, Kamis (9/8/2018).

Dia menyampaikan, seharusnya urusan politik tidak ikut campur urusan saham dan perdagangan. Namun karena iklim politik juga menjadi sentimen di pasar saham. 

"Apapun itu, bisa mempengaruhi psikologis pelaku pasar," ujar dia.

Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji menjelaskan jika dilihat dari perspektif analis teknikal pasar saham memiliki peluang untuk menguat. Jika pelemahan indeks masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

"Saya akui masih ada seperti data ritel yang mengalami penurunan. Kalau dari luar kan pada waktu itu juga ada perang dagang. Ini mempengaruhi pergerakan bursa secara global hal tersebut juga berlaku temporer," ujar Nafan. (detikfinance)