Skip to main content

Jual Buku LKS, Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Sanksi Tegas

Jual Buku LKS, Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Sanksi Tegas
Jual Buku LKS, Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Sanksi Tegas

WinNetNews.com - Adanya dugaan penjualan buku LKS yang dilakukan pihak sekolah SDN Tarikolot 02, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, rupanya menjadi perhatian serius oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, bahkan sanksi tegas pun telah disiapkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Dace Supriadi ketika ditemui diruang kerjanya menyebutkan, memang pemerintah telah menetapkan aturan tegas dan kebijakan bahwa pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) harus gratis dan terbebas dari berbagai pungutan biaya, karena segala biaya sudah dianggarkan melalui dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

"Kan sudah ada dana dari BOS untuk keperluan biaya penggandaan dan sebagainya, karena dana BOS itu besarannya tergantung dengan jumlah siswa, kenapa masih memungut lagi dari siswa," kata Dace, kepada Winnetnews.com, Senin (01/02).

Ia juga menuturkan, penjualan buku LKS memang kerap menjadi dilematis bagi sekolah, karena dengan jumlah siswa yang besar otomatis dana BOS nya juga besar. "Tetapi kalau yang siswanya sedikit kan tidak bisa menyisihkan untuk kebutuhan buku LKS," tuturnya.

Menurut mantan Kepala Satpol PP ini, penjualan buku LKS tergantung dari niat pihak sekolah itu sendiri. "Memang terkadang ada kepala sekolah yang menginginkan pendapatan tambahan dengan penjualan buku LKS tersebut. Dan sekarang tinggal niatnya, apakah untuk mencari untung semata atau untuk meningkatkan mutu pendidikan, kalau cari untung tentunya sanksi tegas bisa kami terapkan," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, SDN Tarikolot 02 menjual buku LKS melalui perantara ketiga yang biasa melayani foto copy melalui kerjasama suplier. Suplier buku LKS juga membenarkan kalau pihaknya menjual buku LKS atas kerjasama dengan pihak sekolah. "Ya memang kami yang men-sub buku LKS ke SDN Tarikolot 2,"kata Heru suplier buku LKS.

Heru juga mengakui, bukan hanya di SDN Tarikolot 02 saja, tetapi sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor pihaknya juga turut men-sub buku LKS dari penerbitnya. "Banyak sekolah yang kami sub, bukan cuma di SDN Tarikolot 02 saja. Kalau kami kan ibaratnya hanya dagang," akunya.

Informasi yang diperoleh, SDN Tarikolot 02 melalui toko Foto Copy Nabila menjual buku LKS berkisar seharga Rp.100 ribu per paket dengan isi buku antara 10 sampai 12 buku mata pelajaran.

Laporan: Arienta

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top