Jurnalis AS Duga Ribuan Tentara Korut Terinfeksi COVID-19
Foto: ABC News

Jurnalis AS Duga Ribuan Tentara Korut Terinfeksi COVID-19

Rabu, 8 Apr 2020 | 16:53 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 yang mengguncang dunia, Korea Utara (Korut) mengklaim jika tak ada satu pun kasus wabah tersebut di negaranya. Padahal, virus ini sudah membunuh ribuan orang dan lebih dari 10 ribu kasus terjadi di negara tetangganya, Korea Selatan (Korsel).

Melansir Viva.co.id, Rabu (8/4), Korut dituding menutupi kondisi yang sebenarnya. Karakter Korut yang tertutup di bawah komando sang Presiden, Kim Jong-un, membuat dunia tak mengetahui langsung bagaimana situasi di sana.

Jurnalis Amerika Serikat (AS) keturunan Korea, Jean H. Lee, membenarkan bahwa Korut memang menutup diri dari mata dunia sejak wabah ini menyerang. Kebijakan yang dibuat Kim membuat pergerakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para jurnalis untuk mengakses data dari Korut terbatas.

Dikutip DW, Lee menyebut bahwa pihak Korut telah mengkarantina sejumlah orang asing yang ada di negara tetangga Korsel ini. Lee yang pernah menjadi Kepala Biro Kantor Berita Associated Press (AP) di Semenanjung Korea mulai 2008 hingga 2013, merasa tak yakin bahwa tak ada kasus COVID-19 di negara itu. 

Mengingat, Korut berbatasan langsung dengan China, negara di mana virus corona berasal. Apalagi, lalu lintas perbatasan antara kedua negara disebut Lee cukup sibuk. 

"Sangat disayangkan, hanya sedikit orang asing yang berada di lapangan saat ini uang bisa memberikan pandangan yang jelas tentang apa yang terjadi. Beberapa yang ada di sana telah dikarantina," ujar Lee.

"Jadi, sangat sulit bagi orang asing untuk mengetahui apa yang terjadi di rumah-rumah sakit. Saya merasa sulit untuk percaya (tak ada kasus COVID-19 di Korut), mengingat, lalu lintas perbatasan mereka langsung dengan China," katanya.

Pada 1 April 2020 lalu, Lee mengunggah cuitan di akun Twitter pribadinya bahwa Korut mengimpor alat tes kesehatan dari Rusia pada bulan Maret 2020 

"Korea Utara mengklaim tidak memiliki kasus Coronavirus, tetapi memiliki setidaknya 1500 buah alat tes kesehatan yang dikirim Rusia sebulan lalu. Jika itu hanya diserahkan kepada Korea Utara, kita mungkin tidak akan pernah mendengar siapa yang diuji dan apa hasilnya," tulis Lee di Twitter.

Sementara itu, Asia News menyebut bahwa setidaknya ada 3700 orang personel militer Korut yang diduga terinfeksi COVID-19. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 prajurit meninggal dunia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...