Skip to main content

KA di Luar Jawa Tak Menguntungkan

KA di Luar Jawa Tak Menguntungkan
KA di Luar Jawa Tak Menguntungkan

Pembangunan jalur kereta di luar Pulau Jawa hingga Sumatera dinilai masih belum menguntungkan secara bisnis. Akhirnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan masuk untuk membiayai dan mengembangkan jaringan kereta di Pulau Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Bila proyek kereta terealisasi, maka ekonomi daerah bisa ikut bergeliat.

Belajar dari pembangunan jaringan kereta pada era kolonial Belanda, kawasan yang memiliki jalur kereta sebelumnya merupakan daerah sepi. Namun begitu jaringan kereta jadi, ekonomi ikut terkerek naik dan potensi daerah pun termanfaatkan.

"Belanda bangun jaringan kereta di Sumatera dan Jawa dengan penduduk belum banyak. Itu 150 tahun lalu. Mereka bikin kereta di Sumbar karena melihat ada potensi tambang batubara (Sawahlunto), di Sumbar. Kita harus berpikir 100 tahun ke depan. Sekarang kita berpikir 5 tahunan karena Pilkada makanya paling tidak berpikir minimal 50 tahun," sebut Pengamat Transportasi, Djoko Setijawarno.

Selain itu, Djoko menilai sudah sewajarnya jaringan kereta dibangun di Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Wilayah itu dinilai memiliki andil besar dalam menyumbang pendapatan ke pemerintah. Daerah itu juga memiliki sumberdaya yang melimpah.

"Indonesia pendapatannya bukan hanya dari Jawa saja tapi dari luar Jawa maka itu harus dikembalikan ke mereka," ujarnya.

Selain membangun jaringan kereta, pemerintah harus menyiapkan sumberdaya manusia lokal untuk mengoperasikan kereta. Hal ini penting karena wilayah yang dibangun saat ini belum terlayani jaringan kereta.

"Kita nggak hanya bangun fisik tapi harus siapkan kelembagaan dan SDM. Kita punya akademi perkeretaapian. Sembari pembangunan fisik jalan, orang disekolahkan," tuturnya. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top